KWI

Hari Kedua Workshop Menulis

Bagaimana membuat tulisan feature

JAYAPURA.MIRIFICA.NET – Selain membekali peserta workshop menulis dengan materi mengenai penulisan, Budi Sutedjo juga membekali peserta dengan pengetahuan praktis mengenai teknik menulis feature. Pembekalan materi penulisan feature dianggap semakin menambah pengetahuan bagi peserta karena belum pernah dijelaskan secara rinci, padat dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Peserta pun terus mengikuti workshop dengan antusias.

Semangat itu terlihat dalam lanjutan workshop menulis hari kedua yang dilaksanakan di Rumah Retret Maranatha, Jumat (7/8).    Pembekalan materi mengenai penulisan feature itu merupakan  sesi V dari workshop menulis. Dua sesi terakhir workshop menulis hari kedua mencakup penulisan opini dan seluk beluk penulisan buku.  Secara keseluruhan, workshop menulis yang berlangsung selama tiga hari itu terdiri atas XVII sesi.  Setiap sesi  mencakup pembekalan materi dan latihan.

Ketika berbicara mengenai apa itu tulisan feature dan bagaimana menulis feature, Direktur Indonesia Menulis, Budi Sutedjo mengungkapkan, tulisan feature merupakan tulisan yang berisi suatu fakta yang disajikan untuk memberi wawasan dan gambaran secara lebih terperinci kepada pembaca. Menurut Sutedjo, tujuan penulisan feature tidak lain adalah untuk membentuk kesamaan gambaran atau persepsi tentang suatu hal antara penulis dan pembaca.

“Ketika Agustinus dan Benediktus ditanyakan persepsi mereka mengenai orang tua yang baik, keduanya bisa memiliki pandangan yang berbeda,” kata Sutedjo, yang juga pegiat dalam berbagai aktivitas di lingkungan gereja Katolik khususnya di keuskupan Agung Semarang. Dia menyebut beberapa macam feature yang bisa ditulis. Ada jenis feature apa (what), feature siapa (who), dan feature kapan (when). Kepada peserta, Budi Sutedjo menampilkan beberapa contoh yang menerangkan tulisan tertentu masuk kategori feature mana.

“Ada tulisan feature dengan judul Kartini, misalnya, itu masuk kategori feature siapa atau who, ada juga tulisan feature dengan judul Borobudur, itu masuk kategori feature apa atau what, dan tentunya masih banyak contoh lain,” ujar Sutedjo, penerima piagam penghargaan dari Museum Rekor –Dunia Indoensia atas jasanya menulis pada 84 media dengan Materi 145 bidang ilmu.

Pembekalan materi menulis feature benar-benar membuat salah sorang peserta workshop, frater Paulus Roland Duting semakin termotivasi untuk mulai menulis. Dia bilang, dia mau buat tulisan feature tentang tokoh-tokoh berpengaruh di tanah Papua dan berbagai objek wisata di Papua. Tantangannya bagaimana dia bisa mengatasi kesulitan awal ketika hendak menulis. “Cepat putus asa, itu tantangan saya yang sangat berat,” terang Duting.

 

 

Foto Kredit: CEO Indonesia Menulis, Budi Sutedjo saat menyampaikan pembekalan materi mengenai tulisan feature kepada peserta workshop (Foto: Dok. Komsos KWI)

 

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close