HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Sabtu, 08 Agustus 2015

PEKAN BIASA XVIII-PESTA ST.DOMINIKUS, PENDIRI ORDO PENGKOTBAH

Ul. 6:4-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; Mat. 17:14-20

DOMINIKUS lahir pada tahun 1170 di Calaruega, Spanyol. Orangtuanya, Don Felix de Guzman dan Joana dari Aza dikenal sebagai bangsawan Kristen yang saleh dan taat agama. Masa kecil dan mudanya ditandai dengan kesucian dan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan awalnya ditangani langsung oleh pamannya yang sudah menjadi imam. Dominikus kemudian melanjutkan studinya ke sekolah Katedral Palencia. Pada umur 24 tahun ia masuk biara di Osma dan tak lama kemudian ditabhiskan menjadi imam. Karya apostoliknya dimulai sejak tahun 1203 ketika aliran bidaah Albigensianisme melancarkan serangan terhadap kebenaran iman Gereja. Terdorong oleh desakan batin untuk memberantas pengaruh jahat aliran sesat ini, Dominikus mendapat ilham untuk mendirikan sebuah tarekat religius yang lebih memusatkan perhatian pada soal Pewartaan Sabda. Ordo religius Dominikus ini kemudian lazim dikenal dengan nama ‘Ordo Praedicatorum’ atau ‘Ordo para Pengkhotbah’.  Pandangan hidup yang dianut Ordo Dominikan, yang dikenal dengan nama ‘Ordo Predicatorum’ atau ‘Ordo Pengkhotbah’ ini merupakan sesuatu yang belum dikenal pada masa itu. Dominikus menggabungkan corak hidup kontemplatif dengan kehidupan aktif: mewartakan Injil di luar biara, kerja tangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, belajar dan lain-lain. Misinya sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang baru, karena pada masa itu hal pewartaan adalah tugas khas pada Uskup. Dominikus meninggal dunia di Bologna pada tanggal 6 Agustus 1221 setelah menderita sakit keras.

Bertepatan dengan pesta santo Dominikus, bacaan injil suci pada hari ini memperdengarkan kepada kita semua cerita tentang penyembuhan seorang anak yang sakit ayan. Sikap kurang percaya para murid, menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi Yesus. Yesus kemudian mengingatkan para murid-Nya bahwa, untuk mengusir atau melawan kejahatan dibutuhkan iman yang kokoh dan kuat. Cerita ini kemudian memunculkan suatu pertayaan besar bagi kiat, bagaimana dengan iman kita dewasa ini? Yesus melalui bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa betapun sibuknya kita, kita tidak boleh mengesampingkan kegiatan untuk mengembangkan dan memperkokoh iman. Ada kecenderungan dimana waktu untuk mengembangkan aspek kerohanian kurang diperhatikan karena tenaga dan waktu dihabiskan untuk tugas dan pekerjaan yang mendatangkan materi. Mestinya yang perlu dikembangkan adalah bekerja dengan baik dan optimal memenuhi kebutuhan hidup, namun tetap bergiat dalam pengembangan hidup iman. Iman dan hidup rohani yang mantap akan menjadi kekuatan dalam perjuangan hidup sehari-hari. ***

 

 

Foto Kredit:  Religion is real, nathanbond.wordpress.com

 

 

 

 

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close