KWI

“Strategi 20 Detik Pertama, Kunci Sukses Presentasi”

SUMBAWA BESAR – Sukses tidaknya sebuah presentasi ditentukan pula oleh bagaimana seorang komunikator dapat mencitpakan strategi di 20 detik pertama saat presentasi. Betapapun baiknya rumusan tujuan maupun sikap percaya diri yang dibangun presenter tidak akan berarti apa-apa jika tidak ada strategi awal presentasi.

“Kita lihat penampilan para presenter, mereka kehilangan strategi yang dibangun pada saat-saat awal. Saya belum melihat minat dan perhatian pendengar benar-benar diarahkan ketika presenter hendak berbicara,” ujar Errol Jonathans sebelum masuk ke sesi senam olah vokal.

“Strategi 20 detik pertama itu kunci suskes anda dalam presentasi, ungkap Errol lebih lanjut.

Ia menambahkan, selain membangun perhatian dan minat pendengar atau lawan bicara ,yang juga perlu dilakukan oleh presenter adalah menilai apakah materi yang disajikan itu penting. Presenter juga bisa memastikan, mengapa ia harus dipertemukan dengan pendengar atau lawan bicaranya, mengapa informasi yang disampaikannya penting bagi pendengar  dan solusi yang dapat diberikannya kepada peserta atau lawan bicara.

Berikut beberapa tips praktis lain sukses berpresentasi yang dibagikan oleh Errol kepada peserta:

(1). Presentasi yang dibawakan hendakanya relevan atau sesuai dengan kebutuhan pendengar.

(2). Materi presentasi sebisa mungkin disederhanakan dan tidak bertele-tele.

(3). Pendengar perlu diarahkan pada bagaimana kedalaman penguasaan pengetahuan komunikator, hindarkan mempertontonkan kepintaran.

Ia menilai, strategi 20 detik pertama dan persiapan-persiapan teknis di atas, harus ditunjang pula oleh sikap positif dan kekuatan tenaga serta antusiasme. “Meski peserta sudah lupa detil materi yang dipresentasikan, sikap positif, kekuatan tenaga, dan antusiasme memudahkan komunikator diingat lebih lama oleh pendengar, “ tegasnya.

 

 

 

Kredit foto: Presenter-presenter muda dekenat NTB

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close