HarianJendela Alkitab

Oase Kehidupan, Senin: 31 Agustus 2015|1 Tes 4:13-17|Mz 96:1.3-5.11-13|Luk 4:16-30|Masa Biasa Pekan 22|

”Yesus berjalan lewat di tengah-tengah mereka, lalu pergi.”

AKAN datang saatnya dimana seorang pewarta mengalami kesepian. Pendengar-Nya mulai tidak percaya, tidak menghargai Dia, marah bahkan mau membunuh Dia. Itulah pengalaman Yesus. Semua orang yang mendengar pewartaan-Nya membenarkan Dia. Mereka heran akan sabda kuasa yang Ia ucapkan. Ia sangat berwibawa dalam apa yang Ia katakan. Tetapi kemudian, mereka mulai tidak menghargai Dia karena Ia anak Yusuf. Ia memastikan, “seorang nabi tidak dihargai di tempat asalnya”. Ia menyatakan, hanya orang yang percaya seperti seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon, atau Naaman orang Siria, dapat melihat kemuliaan Tuhan (Luk 4:25-26).

Sabda kuasa itu membuat semua pendengar-Nya marah, menghalau Dia keluar kota hendak melemparkan Dia ke tebing gunung. Tetapi, “Yesus berjalan lewat di tengah-tengah mereka, lalu pergi.” Ia mengahayati kesepian-Nya sebagai seorang pewarta. Tugas perutusan-nya bukan untuk menyenangkan semua orang, melainkan membawa kabar baik kepada orang miskin. Sejauhmana anda dan keluargamu menghayati kesepian bersama Yesus di tengah pelbagai pengalaman tidak dihargai atau pengalaman penolakan oleh saudara-saudaramu sendiri? Selamat pagi. Tuhan memberkati.***

 

Kredit Foto: Naaman, Orang Siria yang melihat kemuliaan Tuhan

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close