HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Senin, 31 Agustus 2015

Kebangkitan Badan

(Bacaan I: 1Tes. 4:13-17a, Injil: Luk. 4:16-30)

LUK 4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Luk 4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

Luk 4:18 “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

Luk 4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Luk 4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Luk 4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Luk 4:22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”

Luk 4:23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”

Luk 4:24 Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Luk 4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Luk 4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Luk 4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Luk 4:28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Luk 4:29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Luk 4:30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Renungan

Setiap kali merayakan Misa Requiem, tema khotbah pasti selalu sekitar kematian dan kebangkitan. Dalam  Kitab Suci, ada beberapa pandangan tentang kematian. Orang Farisi percaya akan kebangkitan, orang Saduki tidak. Orang Yunani tidak mengetahui tentang kebangkitan, sementara umat di Tesalonika” berdukacita, tidak mempunyai harapan”

Kematian memang merupakan sisi gelap manusia. Jika ada kematian, hubungan antara manusia terputus. Tetapi , iman Kristiani membuatnya terang. Yesus sendiri telah wafat dan bangkit. Tidak ada manusia yang pernah hidup, lalu mati dan bangkait, selain Yesus Krsistus. Paulus mengajarkan, “ Jika kita percaya bahwa Yesus wafat dan bangkit maka kita percaya juga, bahwa mereka yang meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia”(1 Tes,4:14 ). Jadi, kita tahu ke mana kita akan pergi sesudash mati. Kematian tidak menakutkan kita lagi, tidak membuat kita berduka tanpa harapan. Inilah kesaksian iman yang harus kita wartakan.

Yesus datang membawa Kabar Gembira itu Ia membebaskan kita dari kegelapan hidup: dari dosa kepada keselamatan; dari tidak tahumenjadi tahu akan hidup kekal. Marilah kita menyampaikan Kabar Baik ini kepada setiap orang, mulai dari orang yang terdekat dengan kita, orang-orang yang kehilangan harapan karena kematian. Jangan takut akan penolakan saat kita menyatakan kebenaran ini, sebab Yesus Tuhan dan Juru Selamat kita sudah mengalaminya terlebih dahulu.

Ya Tuhan, semoga aku menjadi pembawa rahmat-Mu bagi yang terbelenggu, sakit , menderita dan kehilangan harapan hidup, Amin.

Sumber : Ziarah Batin 2015

Credit Foto: Ilustrasi

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close