HarianJendela Alkitab

Tuli dan Bisu Rohani

SAAT kita hidup menurut kehendak dan kepentingan diri sendiri, kita menutup telinga terhadap suara Tuhan, yang kerap menegur kita melalui teman, anggota keluarga dan orang di sekitar kita. Kita berpaling daripadaNya, membuat relasi kita denganNya menjadi semakin renggang. Pada akhirnya secara perlahan-lahan telinga hati kita menjadi tuli.

Dalam keadaan rapuh, godaan dan tipu daya iblis dengan mudah akan menjerat kita masuk ke dalam perbudakan dosa. Belenggu dosa membuat lidah kita kelu dan mulut kita terkatup, tidak mampu menyebut namaNya.

Agar dapat dipulihkanNya, mari keluar dari hiruk pikuk dunia dan dengan rendah hati datang ke hadapan Tuhan. Di dalam keheningan, kita memohon:

  • pengampunan atas segala kesalahan dan dosa yang telah kita perbuat
  • pertolongan agar telinga hati kita dibuka sehingga kita mampu mengenal suaraNya, kembali memuliakan namaNya dan melangkah di jalan kebenaranNya

 

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Tags

Veronica Hendrajati Angkatirta

Alumnus Fakultas Elektro ITB dan pernah lama bekerja di IBM Indonesia; umat Paroki St. Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Wakil Koordinator Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini; senang merangkai kata-kata renungan yang menjadi 'kata hati' untuk satu hari (thoughts of the day).

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close