HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Selasa, 08 September 2015

 Rm. 8:28-30; Mat 1:1-16, 18-23

Mat 1:1-16, 18-23: Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.

Renungan:

Hari ini kita merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Secara historis kita tidak mempunyai bukti kuat bahwa anggal 8 September adalah hari ulang tahun Bunda Maria. Kita hanya menerima begitu saja dari taradisi yang ada. Bagi saya, tidak penting tanggal ulang tahunnya kapan persisnya namun yang terpenting adalah kita sebagai Gereja menghormati Maria sebagai wanita yang mempunyai peranan penting di dalam tata keselamatan kita. Pesta Kelahiran Bunda Maria sebetulnya sudah dirayakan oleh Gereja Katolik Timur sejak abad ke-7 berdasarkan tradisi lisan yang ada waktu itu.

Maria adalah wanita yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus. Dia menghadirkan “Imanuel” ke tengah dunia. Dalam konteks ini, Gereja mengakui bahwa Maria sebagai wanita sederhana, namun sangat berjasa dalam tata keselamatan, lahir dari orang tua tertentu, di tempat tertentu dan pada tanggal tertentu. Pengakuan Gereja ini tentu saja sebagai ungkapan iman Gereja bahwa Maria adalah wanita yang dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus Kristus. Pesan Malaikat kepada Yusuf sangat jelas menggambarkan hal itu, “Jangan engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Peranan Maria yang sangat luar biasa ini tentu saja tidak berhenti hanya dengan mengandung dan melahirkan Yesus Kristus. Maria terus mendampingi Yesus dalam seluruh hidupNya. Maria hadirpun dalam jalan Salib Yesus dan berdiri di kaki Salib Yesus untuk menerima Gereja dalam dirinya (Yoh 19:26-27). Karena itu Maria terus mendampingi Gereja setelah Yesus naik ke surga (Luk 1:14). Pendampingan Maria ini tentu bisa ditafsirkan sebagai bentuk dukungannya terhadap karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus. Maka tidak berkelebihan apa yang dikatakan rasul Paulus dalam Bacaan Pertama hari ini cocok kita berikan untuk Bunda Maria, “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.” Bunda Maria adalah wanita yang dipilih dan dimuliakan oleh Tuhan.***(Rm. Mateus Mali, CSsR)

 

 

Kredit Foto: Kelahiran Santa Perawan Maria, orantidistrada.blogspot.com

 

 

 

 

 

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close