HarianJendela Alkitab

Oase Kehidupan: Minggu, 13 September 2015| Yes 50:5-9a|Mz 116:1-6.8-9| Yak 2:14-18|Mrk 8:27-35| Masa Biasa Pekan 24| Pesta St. Krisostomus, Uskup dan Pujangga Gereja|

“Barangsiapa kehilangan nyawa karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”

MANUSIA cenderung mencari rasa aman. Takut resiko. Tidak mau melibatkan diri. Terlebih jika mereka sudah jatuh dalam suatu kesalahan. Mereka akan menjadi sangat reaktip, cepat tersinggung, cepat marah bahkan mengutuk orang lain. Baru saja Yesus terus terang mengatakan, Ia akan menanggung banyak penderitaan. Orang Farisi dan ahli Taurat akan menolak, membunuh dan menyalibkannya. Tetapi pada hari ketiga Ia akan bangkit. Orang pertama yang menarik Yesus ke samping dan menegur Dia adalah Petrus. Di dalam diri Petrus kita menemukan seorang pribadi yang takut ambil resiko. Takut terlibat. Cepat tersinggung dan sangat reaktif. Ia merasa diri lebih kuat dari Yesus. Karena itu, ia mau melindungi Yesus. Tetapi justru karena takut kehilangan nyawa, takut hadapi resiko itu, Yesus memarahi Petrus. Yesus menghardik iblis dalam diri Petrus. Iblis selalu tidak memikirkan kepentingan Allah, melainkan kepentingan manusia. Manusia yang selalu mencari rasa aman dengan cara apa saja adalah kaki tangan iblis bukan murid-murid Yesus. Hanya orang-orang yang berlindung pada Tuhan, menjadi sesuatu bersama Yesus, tidak akan mendapat malu. Justru Yesus yang menanggung banyak derita akan mendekati kita, berjalan bersama kita seperti Ia sendiri menemani dua murid dalam perjalanan ke Emaus. Sejauhmana anda dan keluargamu merasa aman dalam lindungan Tuhan karena memikirkan dan melaksanakan apa yang ada dalam pikiran dan rencana Allah untuk keselamatan manusia? Atakah saat ini anda sedang merasa tidak aman dengan diri sendiri dan keluargamu? Selamat pagi. Tuhan memberkati.*** (RD. Anton Prakum)

 

Kredit Foto: Keluar dari zona nyaman perlu bergerak, innerself.com

Tags

Related Articles

Close