HarianJendela Alkitab

Melayani Dengan Tulus, Rendah Hati dan Penuh Kasih

MANUSIA cenderung menilai kehebatan atau keunggulan seseorang dari materi seperti harta, kedudukan, popularitas. Hal seperti inilah yang memicu manusia untuk bersaing secara tidak sehat, saling menyikut satu sama lain untuk mengalahkan lawannya demi meraih hal yang diidam-idamkannya.

Prinsip dunia bertolak belakang dengan prinsip Yesus yang mengajarkan bahwa orang yang terbesar di hadapan Allah adalah mereka yang bersedia untuk mengurbankan waktu, tenaga, pikiran, harta untuk ‘memeluk’ dan melayani sesama, terutama kaum yang lemah, miskin, hina dan terpinggirkan.

Yesus tidak hanya berteori saja, Ia datang ke dunia untuk melayani kita bahkan mengurbankan diri demi menyelamatkan kita semua. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita mengikuti jejakNya untuk melayani sesama dengan tulus, rendah hati dan penuh kasih? Mari renungkan.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Tags

Veronica Hendrajati Angkatirta

Alumnus Fakultas Elektro ITB dan pernah lama bekerja di IBM Indonesia; umat Paroki St. Yakobus Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Wakil Koordinator Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini; senang merangkai kata-kata renungan yang menjadi 'kata hati' untuk satu hari (thoughts of the day).

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close