HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Selasa, 13 Oktober 2015 (Rm 1,16-25; Luk 11,37-41)

ADA empat tipe orang Katolik berdasarkan kehadiran mereka di Gereja. Pertama, orang-orang Katolik yang tidak aktif di Gereja dan tidak peduli dengan hidup agama mereka. Kedua, orang-orang Katolik yang tidak aktif di Gereja, tetapi beralasan, “Tidak penting ke Gereja, yang penting hidup baik sesuai ajaran agama saya.” Ketiga, orang-orang Katolik yang aktif di Gereja hanya untuk menunjukkan bahwa keluarga mereka baik-baik saja. Keempat, orang-orang Katolik yang aktif di Gereja karena menyadari bahwa itu memang kewajiban dan keperluan mereka, sekaligus menghayati imannya dalam hidup sehari-hari.

Yesus dalam Injil hari ini mengecam orang-orang tipe ketiga dalam penggolongan di atas. Agama bagi orang-orang tersebut, hanyalah topeng sosialitas. Mereka aktif ke gereja hanya untuk menunjukkan bahwa mereka anggota-anggota masyarakat yang baik. Tidak jarang, kehidupan keluarga mereka berantakan, tetapi mereka malu ketahuan. Karena itu, mereka bertindak sebagai orang-orang Katolik yang saleh dengan aktif dalam kegiatan-kegiatan Gereja. Sangka mereka orang-orang akan berpendapat, “Ini dia keluarga Katolik yang saleh.” Bahkan, kadang-kadang (atau sering) mereka menganggap diri mereka lebih baik daripada yang lain. Padahal, menurut Yesus, mereka tidak lebih baik atau bahkan mungkin lebih buruk daripada tipe pertama dan kedua.

Orang-orang Italia umumnya tidak terlalu memerhatikan façade atau tampilan muka rumah mereka. Saya masih sering terkaget-kaget ketika memasuki rumah-rumah mereka yang dari luar terlihat tua dan sederhana, tetapi di dalam ternyata sangat mewah dan modern. Terbalik dengan orang-orang yang sangat memerhatikan penampilan luar rumah atau gedung mereka. Apakah orang-orang Italia terpengaruh dengan bacaan Injil hari ini, ketika Yesus mengecam orang-orang Farisi yang hanya peduli soal tampilan luar kebiasaan-kebiasaan mereka yang saleh? Entahlah. Namun, Yesus tidak bermaksud mengecilkan arti tampilan lahiriah dalam beribadah kepada Tuhan. Di tempat lain, Ia menegaskan, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat 5,20). *** (RP. Gregorius Paulus, CSE.

 

 

Kredit Foto: Semarak tampilan luar, apa artinya, vierar.blogspot.com

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close