HarianJendela Alkitab

Renungan Harian: Jumat, 23 Oktober 2015

KONFLIK BATINIAH

(Rom 7:18-25; Luk 12:54-59)

Sdr,

SESUNGGUHNYA perang adalah suatu kejahatan besar justru karena ia merupakan pembunuhan dalam skala luas. Ada begitu banyak bentuk peperangan di dunia ini. Dahulu kala, perang terjadi dalam bentuk konfrontasi langsung antar manusia. Kini, bentuk perang itu telah berubah dan sangat mengerikan. Betapa tidak. Seseorang misalnya, bisa saja duduk sendirian di ruangan kerjanya, dan hanya dengan sekali tekan tombol, ia dapat membunuh berjuta-juta manusia yang dianggap lawan atau musuhnya. Inilah kenyataan yang sungguh mengerikan sekaligus menakutkan manusia dewasa ini. Bagaimanapun, di dalam lubuk hatinya, semua orang ingin hidup dalam suatu dunia yang damai. Dan hal ini hanya mungkin terjadi, jika manusia mau belajar untuk “menilai zaman ini” (Luk 12:56), sebagaimana diharapkan Tuhan darinya. Dengan itu, manusia akan sadar bahwa konflik apapun yang terjadi di dunia ini berasal dan bersumber dari konflik serta kekacauan yang terjadi di dalam hati setiap orang. Santo Paulus berkata, “…bukan apa yang kukehendaki yang aku perbuat, melainkan apa yang kubenci, itulah yang aku perbuat” (Rom 7:15).

Sdr…Sesungguhnya konflik batiniah sebagai biang dari perang antar manusia ini bisa terjadi dalam berbagai wujud. Ia dapat tunjukkan dirinya melalui sifat iri-hati, serakah, atau pun haus akan kuasa. Sekali manusia sanggup hentikan konflik-konflik batiniah ini, ia akan nikmati damai dalam hati, yang selanjutnya akan menghasilkan juga damai secara global bagi umat manusia. Sanggupkah kita mengolah, menguasai dan meredakan konflik-konflik dalam batin kita, berdamai dengan diri sendiri, untuk selanjutnya boleh berdamai dengan orang lain? Mudah-mudahan…..Amin!!!***

 

 

Kredit Foto:Konflik batiniah, bdclifeinstyle.com, Ilustrasi (Ist)

 

 

 

 

Tags

RD. Roni Pakaenoni

RD. Hironimus Pakaenoni adalah imam diosesan Keuskupan Agung Kupang. Saat ini bertugas sebagai dosen Fakultas Filsafat Agama UNWIRA Kupang dan pembina para frater Seminari Tinggi st. Mikhael Kupang.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close