Harian

Oase Kehidupan, Senin: 16 November 2015| 1 Mak 1:10-15.41-43.54-57.62-64|Mzm 119:53.61.134.150.155.158|Luk 18:35-43|Masa Biasa Pekan 33|

Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau!

SI BUTA beriman dari Yeriko mudah menangkap peluang. Api imannya menyala-nyala. Dengan itu ia mampu menghentikan langkah kaki Yesus. Seperti seorang ibu dengan hati terbuka Yesus berhenti setelah mendengar seruan si buta. Ia menatap wajah si buta itu penuh kasih. Ia menyelidiki apa kebutuhannya. Kemudian, Yesus tidak berbuat apa-apa. Dalam dirinya sudah ada kuasa. Jika Ia bersabda, Sabda kuasa-Nya itu mencapai sasarannya. Ia hanya mengucapkan sabda kuasa, ‘Melihatlah’. Kemudian Ia menegaskan, ‘Imanmu telah menyelamatkan engkau’. Saat itu juga, si buta beriman mampu melihat. Sabda-sabda Yesus dalam kitab suci itu penuh kuasa. Di tengah kesulitan apa saja kita mesti menjadi seperti si buta dari Yeriko. Membaca dan mendengarkan sabda-nya dengan penuh iman. Itulah saat penuh rahmat kita berjumpa dengan Dia dalam iman. Sabda-Nya akan menjawabi kebutuhan kita. Di tengah pelbagai kesulitan, Sabda kuasa-Nya membuat kita sanggup membaca peluang. Dengan sabda kuasa-Nya kita sanggup melihat dunia dengan mata baru penuh gairah membangun hidup kita. Romo Ambros Pedo Alm, salah seorang pembimbing rohaniku di Seminari Tinggi Ritapiret berpesan dulu ketika saya masih frater calon imam. “Saat liburan anda harus hadir misa jika ada imam. Tetapi bila tidak ada imam yang misa, anda harus membaca kitab suci. Itulah saatnya anda berjumpa dengan Yesus dalam sabda-sabda-Nya”. Sejauhmana anda dan keluargamu dalam iman berjumpa dengan Yesus dan mengalami daya kuasa-Nya dalam sabda-sabda-Nya yang menyembuhkan? Tuhan memberkati. (RD Antonius Prakum Keraf,Pr – Imam Keuskupan Larantuka)***

 

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist).

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close