Teladan Kita

S. Gertrude, 16 November

GETRUDE masuk sebuah biara di Saxony ketika ia masih amat muda. Di bawah bimbingan St. Mechtildis, ia tumbuh menjadi seorang biarawati yang riang gembira dan kudus. Sr. Gertrude seorang yang menyenangkan serta cerdas. Ia menguasai bahasa Latin dengan amat baik. Sesungguhnya, pada mulanya ia kurang suka belajar agama dan juga mata pelajaran yang lain. Tetapi, ketika ia berusia duapuluh enam tahun, Yesus menampakkan diri kepadanya. Yesus berkata bahwa mulai saat itu, Sr. Gertrude hanya akan berpikir tentang mengasihi-Nya serta berusaha untuk hidup kudus. Sekarang, Sr. Gertrude mulai belajar Kitab Suci dengat antusias. Pengetahuannya tentang agama Katolik kita yang kudus menjadi semakin luas.

Yesus menampakkan diri kepada St. Gertrude banyak kali. Tuhan menunjukkan Hati-Nya yang Mahakudus. Dua kali Yesus mengijinkan St. Gertrude mengistirahatkan kepalanya di Hati-Nya yang Mahakudus. Oleh karena kasihnya yang amat besar kepada Yesus, Mempelai Ilahi-nya, St. Gertrude berusaha untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ia percaya kepada Yesus dengan segenap hati dan karenanya senantiasa dipenuhi rasa damai dan sukacita.

St. Gertrude mempunyai devosi yang mendalam kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Ia senang sekali menerima Komuni Kudus sesering mungkin, meskipun pada masa itu, hal demikian masih belum lazim. St. Gertrude juga amat berdevosi kepada St. Yosef, bapa asuh Yesus. Ia menulis banyak doa yang amat indah. Setelah menderita selama sepuluh tahun, akhirnya suster yang kudus ini bersatu dengan Hati Yesus Yang Mahakudus, yang menjadikan-Nya pengantinnya.

“Tuhan menunjukkan kesabaran tak terbatas dalam menghadapi mereka yang tidak sempurna.”

 

Sumber:  “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Pauline Books & Media.”

Kredit Foto: S. Getrude, saojudasgyn.com

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

Check Also

Close
error: Silakan share link berita ini
Close