SEPUTAR VATIKAN

Paus Fransiskus: Wujudkan Iman dalam sikap Hormat, Persatuan, Pelayanan

SALING hormat, persatuan dan pelayanan adalah fondasi keluarga yang kuat, demokrasi yang solid dan respon yang sehat terhadap karunia iman – iman apapun, kata Paus Fransiskus kepada orang-orang Kenya.

Pertemuan dengan para pemimpin Gereja dan lintas agama, merayakan Misa di luar ruangan dan bertemu dengan para imam, religius dan seminaris di Nairobi pada 26 November, Paus Fransiskus menekankan bahwa iman akan Tuhan berarti melayani sesama manusia.

Paus juga bertemu dengan 40 perwakilan Kristen, Muslim, Yahudi, Sikh dan Buddha Kenya, serta  sesepuh Masai dan pemimpin komunitas lain yang telah mempertahankan kepercayaan tradisional Afrika.

Dalam pertemuan di kedutaan Vatikan, Paus Fransiskus ingat serangan teroris di Kenya Westgate Mall pada 2013, Universitas Garissa pada April, dan Mandera pada Juli, dan menyatakan bahwa “Allah yang kita layani adalah Allah damai sejahtera.”

Kelompok militan al-Shabab berbasis di Somalia mengaku bertanggung jawab atas semua tiga serangan tersebut.

“Terlalu sering, orang-orang radikal atas nama agama menabur konflik dan ketakutan, dan merobek tatanan masyarakat kita,” kata Paus.

Abdulghafur El-Busaidy, ketua Majelis Ulama Kenya menyebut Paus sebagai “seorang revolusioner”.

“Sebagai umat dari satu Allah dan dari dunia ini,” katanya kepada Paus, “kita harus berdiri dan bersama-sama dalam semua hal penting demi kemajuan kita bersama sebagai satu umat manusia, satu dunia terlepas dari lokasi, budaya, bahasa, ras, etnis, status, politik … karena kita adalah warga dunia yang sama.”

Perdamaian di dunia ini tidak mungkin tanpa perdamaian antaragama, katanya, mengutip karya “filsuf Jerman Hans Kung,” seorang imam Katolik dan profesor.

Pemimpin Muslim mengatakan Paus Fransiskus dan otoritas agama lain, “Ada begitu banyak yang dibicarakan, tapi jadwal Paus diberikan hanya 45 menit selama pertemuan itu.

Namun, El-Busaidy mengatakan Paus Fransiskus dan yang lainnya, “Saya ingin Anda membawa visi dunia yang lebih baik demi generasi mendatang”.

Uskup Agung Anglikan Eliud Wabukala berterima kasih kepada Paus atas upaya Gereja Katolik melestarikan “iman rasuli” dan komitmennya membela kehidupan perkawinan dan keluarga “di saat beberapa prinsip sedang dipertanyakan.”

Kenya, yang memiliki lebih dari 13,8 juta umat Katolik, dilayani oleh lebih dari 5.300 suster, sekitar 800 religius pria, sekitar 2.700 imam diosesan, lebih dari 900 imam religius tertahbis dan empat diakon permanen.

Sumber: ucanews.com

Kredit foto: http://stephenipyana.blogspot.com

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close