Urbi

Mahasiswa STP Santo Bonaventura Medan mendalami Kurikulum 2013

SEKOLAH Tinggi Pastoral Santo Bonaventura Keuskupan Agung Medan bekerja sama dengan Komisi Kateketik (KOMKAT KWI) melaksanakan pendalaman Kurikulum 2013 terhadap mahasiswa-mahasiswi di Aula St. Herman Yosep Delitua. Pendalaman Kurikulum ini berlangsung dari Senin-Rabu (25-27 Januari 2016) dengan narasumber Romo Leo Sugiyono, MSC dan Pak Daniel Boli Kotan, S.Pd.,M.M. dari Komisi Kateketik KWI.

Fr. Tugas Ginting, S.Pd.,MA.Pas., Ketua STP Santo Bonaventura KAM sekaligus penanggungjawab kegiatan ini dalam arahan pembukaan mengatakan bahwa mahasiswa-mahasiswi dipersiapkan sebagai pengajar agama Katolik di sekolah. Alat untuk melaksanakan kegiatan pengajaran tersebut adalah kurikulum. Pemahaman kurikulum tentu bukanlah mudah sehingga harus mendatangkan ahlinya, yaitu Romo Leo. Romo Leo inilah yang menyusun Kurikulum 2013 untuk Agama Katolik sehingga STP Santo Bonaventura KAM mengundangnya sebagai narasumber. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa-mahasiswi mudah memahami Kurikulum 2013 termasuk penyusunan perangkat RPP sebagai bekal untuk mengajar. Maka Ketua STP berharap mahasiswa-mahasiswi mengikuti kegiatan Pendalaman Kurikulum 2013 ini dengan baik.

Selesai pembukaan, kegiatan Pendalaman Kurikulum 2013 diserahkan kepada Romo Leo dan Pak Daniel. Romo Leo menjelaskan Kurikulum 2013 terhadap mahasiswa/i. Mahasiwa-mahasiswi antusias mendengar dan memperhatikan penjelasan Romo. Romo Leo sangat senang melihat respon mahasiswa/I ketika masuk sesi kegiatan pendalaman. Mahasiswa-mahasiswi cukup serius mendengarkan presentasi Romo. Pertanyaan demi pertanyaan selalu silih berganti dari mahasiswa-mahasiswi menambah hidupnya kegiatan. Mahasiswa-mahasiswi  senang karena selama ini Kurikulum 2013 hangat dibicarakan. Kehadiran Romo Leo dan Pak Daniel Boli Kotan sungguh menggembirakan bagi mahasiswa-mahasiswi. Kegembiraan itu karena Romo merupakan orang yang menyusun Kurikulum 2013 Agama Katolik. Maka tidaklah mengherankan jika mahasiswa-mahasiswi antusias mengikuti pendalaman kurikulum tersebut.

Romo mengatakan bahwa kurikulum ini pasti akan segera diterapkan oleh Pemerintah. Syukurlah STP Santo Bonaventura KAM membekali mahasiswa-mahasiswi dengan pendalaman ini. Dengan pendalaman ini masiswa-mahasiswi memiliki keterampilan dalam mengajar atau microteaching nantinya. Mengapa? Karena dalam pelatihan ini mahasiswa-mahasiswi bukan hanya diajak mendalami Kurikulum 2013 melainkan juga cara menyusun Rencana Program Pembelajaran (RPP).

Romo Leo dan Pak Daniel mengajarkan bagaimana menyusun RPP Kurikulum 2013 bagi mahasiswa-mahasiswi. Penyusunan RPP ini cukup penting menurut Romo karena ini adalah dasar mengajar sehingga tidak suka-suka dan terarah dengan baik. Mahasiswa-mahasiswi sangat serius mengikuti sesi ini. Di akhir sesi Romo dan Pak Daniel sebagai narasumber membagi mahasiswa menjadi 10 kelompok untuk menyusun RPP Kurikulum 2013. Di akhir sesi mahasiswa-mahasiswi senang karena mereka telah berhasil menyelesaikan 10 RPP Agama Katolik Kurikulum 2013. Sepuluh RPP itu adalah RPP Agama Katolik SD empat kelas, SMP tiga kelas, SMA tiga kelas.

Di akhir kegiatan tersebut, Bapak Drs. Mimpin Sembiring, M.Psi., selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber dan Komisi Kateketik KWI yang bersedia bekerja sama dengan STP Santo Bonaventura KAM melaksanakan kegiatan Pendalaman Kurikulum 2013 ini. Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh Fr. Tugas Ginting, S.Pd.,MA.Pas., selaku Ketua STP Santo Bonaventura KAM. Ketua STP Santo Bonaventura berharap kerja sama ini akan makin terjalin dengan erat ke depan. Beliau berharap mahasiswa-mahasiswa yang lain juga akan menerima pelatihan seperti saat ini karena STP adalah saudara bagi kedua narasumber tersebut.

Sebagai tanda persaudaraan terhadap kedua narasumber maka Ketua STP memberikan cendera mata berupa uis terhadap kedua narasumber. Uis ini bermakna persaudaraan sehingga diharapkan dua narasumber selalu bersedia memberi pendalaman kurikulum terhadap mahasiswa-mahasiswi STP Santo Bonaventura KAM. Narasumber sangat bahagia atas penyambutan STP terhadap mereka dan mereka berterima kasih dan mengatakan bahwa mereka belum pernah merasa diperlakukan demikian di tempat lain. Dengan demikian, mereka akan selalu siap memberikan pendalaman Kurikulum bagi mahasiswa-mahasiswi STP Santo Bonaventura KAM ke depan.

Erikson Simbolon, M.Pd.

Dosen Tetap STP Santo Bonaventura KAM

Kredit Foto: Rm. Leo sedang memberikan penjelasan tentang kurikulum 2013 kepada mahasiswa STP. St. Bonaventura

Tags

Related Articles

3 Comments

  1. Saya membaca berita ; MAHASISWA STP BONAVENTURA MEDAN MENDALAMI KURIKULUM 2013 dengan agak kaget. Rupanya para dosen tidak mengikuti perkembangan terbaru :
    (1) Permendikbud No. 158 tahun 2014 tertanggal 17 Oktober 2014 tentang Penyelenggaraan Sistim Kredit Semester di sekolah. Dalam Pasal 5 dinyatakan : Sekolah yang terakreditasi A, dapat menerapkan SKS

    (2) Dalam Permendikbud No.53 Tahun 2015 tertanggal 11 Desember 2015 (hampir sebulan yang lalu) dinyatakan pemberlakuan program penilaian yang baru, yang juga mengakomodir SKS

    (3) Dalam Nawa Cita No.8 dinyatakan bahwa Pemerintah akan menata ulang kurikulum pendidikan nasional. Jadi kalau Kemdikbud tetap melanjutkan penerapan Kurikulum 2013, para pejabat Kemdikbud dapat dibilang dengan sengaja ingin menyabot program pemerintah Jokowi-JK

    Mengapa Kurikulum 2013 harus ditata ulang, karena banyak salahnya, antara lain program penilaian itu sudah diubah 6 kali, nanti anak-anak bingung dengan rapornya sendiri.

    Mohon agar tidak kehilangan arah …. Kurikulumnya bukan Kurikulum 2013, tapi Disain Kurikulum Digital, nanti siap masuk ke UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), kalau kurikulumnya sudah digital, maju ke sekolah digital, dan siap menerapkan SKS, jadi sekolah kita bisa bersaing dengan sekolah negara lain dalam era MEA 2015 ini dan APEC 2020 nanti

    Kekeliruan Kurikulum 2013 telah saya tulis dalam buku KELIRUMOLOGI KURIKULUM (206 halaman) – supaya tidak disebut menyabot program Jokowi-JK , maka ada baiknya membaca buku itu. Semua bisa dapat soft copy buku itu asal mencantumkan emailnya di kolom komentar di bawah ini

    1. Bisakah saya mendapat soft copy dari buku KELIRUMOLOGI KURIKULUM (206 halaman).
      Saya ingin membacanya.
      Terimakasih.

Close