HarianJendela Alkitab

Renungan Harian │Jumat 29 Januari 2016 │Pekan Biasa III (H) │Bacaan I: 2Sam. 11:1-4a.5-10a.13-17, Mazmur: 51:3-4.5-6a.6bc-7.10-11; R:Ih.3a, Bacaan Injil Mrk. 4:26-34│

Perumpamaan tentang benih yang tumbuh

Mrk 4:26 Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,

Mrk 4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.

Mrk 4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Mrk 4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.”

Perumpamaan tentang biji sesawi

Mrk 4:30 Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?

Mrk 4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Mrk 4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”

Mrk 4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,

Mrk 4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Renungan

Daud adalah seorang raja Israel yang terkenal dan kuat. Di tangannya bangsa Israel mengalahkan musuh dalam peperangan . Tangan Tuhan menaunginya . Namun, sebagai manusia Daud memiliki keterbatasan. Kekuasaannya menutup matanya sehingga dia jatuh dalam dosa, sekaligus merencanakan kematian Uria dalam perang dengan menempatkan Uria di barisan depan, demi hawa nafsunya mendapatkan Batsyeba, Isteri Uria. Benih kerajaan Allah yang sudah ditaburkan dan mulai berkembang di dalam diri Daud dan keluarganya perlahan kerdil dan hancur lantaran menuruti hawa nafsu akan kekuasaan, harta dan wanita.

Injil Markus mengisahkan perumpamaan Yesus tentang pertumbuhan benih kerajaan Allah dalam diri manusia. Tak seorang pun menyadari sepenuhnya akan pertumbuhan benih kerajaan Allah itu. Namun dari buahnyalah orang bisa mengetahui bahwa Kerajaan Allah hidup dan berkembang di dalam dan melalui diri seseorang. Jauh dari Kerajaan Allah, hidup seorang akan menjadi gersang dan hampa.

Manusia memiliki keterbatasan, namun Kasih Allah yang dahsyat menggunakan kerapuhan dan keterbatasan manusia untuk melakukan hal yang besar dan mulia bagi kebaikan banyak orang. Karena itu, kita senantiasa diundang untuk selalu dekat kepada Tuhan, dengan tekun berdoa dan membaca Kitab Suci. Dengan demikian, benih-benih Kerajaan Allah yang sudah bertumbuh di dalam diri kita yang rapuh, akan terus berkembang menghasilkan buah-buah kebaikan, kasih dan keadilan, yang dapat dirasakan oleh semakin banyak orang.

Ya Tuhan yang belas kasih, ampunilah dosa dan kelemahanku dalam mewartakan Kabar Gembira. Sokonglah aku agar mampu melihat keterbatasanku sebagai rahmat untuk berkembang dalam iman. Amin.

========

Sumber: Ziarah Batin

Kredit Foto:  Yesus ketika berbicara perumpaan tentang benih yang tumbuh.

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close