KOMSOS KWI

Katekese: Melek Teknologi, Melek Lingkungan

GEREJA┬ádi Era Digital: “Sama seperti pemerintahan yang mulai menggunakan internet untuk infrastruktur. Bahkan pengolahan desa mengunakan manajemen terbuka dengan internet. Kalau pemerintah sudah, Gereja mau tidak mau harus belajar, tidak boleh terpaku dengan gaya lama,” RD Kamilus Pantus.

Selain menjawab kebutuhan Gereja, teknologi informasi memang sudah sangat menunjang. “Ada proses transformasi dari manual menuju digital,” ungkap RD Kamilus.

Ia menambahkan, “Kalau diabaikan, kita bisa menjadi seperti domba yang hilang. Gereja sudah menggerakkan dari tingkat Vatikan sampai paroki, supaya semua pelaku pastoral harus masuk memanfaatkan perkembangan internet.”

Menurut dokumen Intermifirica, umat punya hak apa yang diperbuat Gereja, kaum imamat, dan katekis. “Buatlah situs paroki, facebook paroki. Supaya umat tahu ada aktivitas pastoral di tempat kita berkarya,” ujar RD Kamilus.

Selain mempelajari tentang teknologi, kita juga perlu mempelajari tentang lingkungan sekitar kita. Cara berkomunikasi dengan umat sekitar, cara pemahaman mereka dan domisili wilayah.

Kesiapan materi untuk berkatekese juga penting. Minimal ada 6 buku Sakramen yang harus ada di sekretariat paroki: pembaptisan, krisma, komuni pertama, perkawinan, orang sakit, dan kematian. Bisa bentuknya buku atau elektronik, untuk memudahkan pencarian.

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close