KWI

Gereja Perlu Serukan Pertobatan Ekologi Hadapi Perubahan Iklim

PERUBAHAN iklim atau Climate Change merupakan bencana kemanusiaan dengan korban utama orang-orang kecil yang hidupnya hanya tergantung dan mengandalkan keteraturan musim.

“Terhadap masalah ini Gereja menyerukan perlunya “pertobatan ekologi” dengan mengubah perilaku yang menyebabkan orang tidak peduli pada lingkungan melalui pendidikan formal dan non-formal,”ujar Sekretaris Eksekutif Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), RD PC. Siswantoko Pr dalam Festival “Climate Change” di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 4 Februari 2016.

Menurut Romo Siswantoko, KWI telah menghadirkan Nota Pastoral dan Panduan Pendampingan Anak-anak dengan tema “Aku Sahabat Allah, Sesama, dan Alam”. Ini merupakan langkah yang diikuti aksi nyata dengan gerakan menanam dan memelihara pohon.

Gereja Katolik juga membuat Forum Papua-Kalimantan untuk menyikapi rusaknya lingkungan hidup di kedua pulau besar itu. Kalimantan rusak karena proyek-proyek kelapa sawit dan pertambangan, sedangkan Papua sebagian besar oleh proyek tambang.

“Dialog antargama dalam hal ini penting untuk menguatkan komitmen bersama menangani masalah perubahan iklim ini,”ujar Romo Siswantoko.

Selanjutnya, menurut Siswantoko, perlu kiranya di KWI dibentuk “Satgas Penyelamatan Ciptaan” (Satuan Tugas Penyelamatan Ciptaan yang bertugas mengawal Nota Pastoral dan Laudato Si). Selain juga tetap harus dilanjutkan “Satgas Narkoba” (yang akan menindaklanjuti Nota Pastoral ttg Narkoba dan kerjasama dengan BNN).

Related Articles

Check Also

Close
error: Content is protected !!
Close