Urbi

Para uskup Jerman : Pengungsi perlu dibatasi

Jerman tidak bisa ‘mengambil dari seluruh dunia semua yang dibutuhknnya’ , kata Kardinal Reinhard Marx , ketua Konferensi Jerman Bishops

Gereja Katolik Jerman telah menyerukan pembatasan terhadap jumlah pengungsi yang masuk, dengan mengatakan negara tidak dapat mengambil dari ” seluruh dunia semua yang dibutuhkannya”, sebagaimana diberitakan kembali oleh media online theguardian.com.

Saat ini Jerman sedang berjuang keras untuk mengatasi 1,1 juta pencari suaka yang tiba pada tahun 2015, dan Berlin belum memberikan perkiraan resmi berapa banyak lagi jumlah pengungsi yang akan diterima pada tahun ini.

“Sebagai gereja kami mengatakan bahwa kami ingin pengurangan jumlah pengungsi , ” kata Kardinal Reinhard Marx , ketua Konferensi Waligereja Jerman ‘, kepada Passauer Neue Press harian pada hari Sabtu .  Jerman tidak bisa “mengambil dari seluruh dunia, apa yang dibutuhkannya”, tambahnya .

Pertanyaan tentang bagaimana mengatasi krisis migran , tegasnya , tidak boleh semata-mata dipandang sebagai persoalan “amal tetapi juga alasan” . Marx juga menyatakan keprihatinannya terhadap sikap anti-orang asing yang semakin meningkat di Jerman di tengah krisis pengungsi terburuk di Eropa sejak perang dunia kedua .

Contoh terbaru kini datang dari gerakan Eurosceptic, sebuah kelompok sayap kanan partai AFD, partai yang  populis Jerman dimana mereka menyarankan pekan lalu bahwa polisi ” jika perlu ” harus mengancam untuk menembak orang-orang yang tetap bersikeras memasuki negara itu .

Polisi perbatasan “harus bisa dan jika perlu melengkapi diri mereka dengan senjata api sebagaimana ditetapkan oleh hukum “, kata ketua partai, Frauke Petry .
Spanduk-spanduk dengan tulisan seperti itu memang tidak dapat diterima , Marx mengatakan : ” Sayangnya selalu ada potensi tertentu bagi sayap kanan ekstremisme dan rasisme di Jerman.

“Gerakan anti-orang asing ini jelas semakin terkonsolidasi”, katanya ,bahwa sikap meremehkan orang asing telah “mencapai kelas atas “.

Kelompok Anti -Islam PEGIDA, yang dimulai sebagai gerakan di Jerman pada pertengahan 2014 telah menyebar ke seluruh Prancis dan negara-negara Eropa lainnya, meminta anggota dan simpatisan dari seluruh Eropa untuk berbaris pada hari Sabtu dengan membawa slogan-slogan anti – migran dan menyebut diri mereka sebagai “Benteng Eropa”.

Seruan para Uskup Jerman tersebut tentu tidak bertentangan sama sekali dengan sikap Paus Fransiskus yang telah meminta agar setiap keluarga, komunitas dan lembaga milik Katolik seantero Eropa menampung para pengungsi. Para uskup Jerman hanya menginginkan agar pemerintah perlu mengurangi jumlah pengungsi.

 

=======

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close