HarianJendela Alkitab

Renungan Harian│Rabu, 02 Maret 2016│Pekan Prapaskah III (U)│St. Simplisius, Paus, Mrt; St. Agnes dr Praha│Mat. 5:17-19│

Mat 5:17       “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Mat 5:18       Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Mat 5:19       Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Renungan

Perintah dan hukum kerap dirasakan sebagai beban. Lebih-lebih bagi mereka yang tidak terbiasa hidup teratur, hidup seenaknya sendiri, dan tidak peduli kepada sesama. Bagi mereka, perintah dan hukum hanya akan jadi pengurang kebahagiaan dan penghalang kebebasan. Padahal perintah dan hukum bisa menjadikan manusia bebas, damai, dan bahagia. Adanya perintah dan hukum memampukan kita hidup teratur dan berelasi selaras dengan sesama bahkan dengan Tuhan sendiri. Jadi, peraturan dan hukum itu perlu agar kita hidup dalam kedamaian, kebahagiaan, dan kebebasan yang sejati. Keselamatan ini  akan tercapai apabila kita menghayatiperaturan dan hukum itu.

Bagi umat Kristiani, peraturan dan hukum itu tidak lagi berupa tulisan di atas kertas. “Peraturan dan hukum” itu menjelma dalam diri Yesus sendiri. Yesus adalah jalan yang harus kita lalui, kebenaran yang harus kita pegang, dan kehidupan yang harus kita hayati. Jika kita  setia kepada Yesus maka kita akan merasa damai, bebas, dan bahagia.

Keselamatan sejati tampak dalam diri Yesus. Apabila  hidup manusia selaras dengan hidup Yesus, manusia akan selamat. Maka, bagi kita tidak ada peraturan dan hukum lain, yang membebaskan dan menyelamatkan kecuali pribadi  Yesus sendiri. Marilah kita setiabersama-Nya.

Ya Yesus, layakanlah aku untuk setia ruengikuti-Mu, karena Engkau adalah jalan, kebenaran, dan hidupku. Amin.

===========

Kredit Foto:Keyakinan orang-orang Farisi adalah ketaatan pada hukum, dedhotindra.blogspot.com

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close