HarianJendela Alkitab

Renungan Harian │Rabu Pekan Prapaskah V (U) │16 Maret 2016 │Dan. 3:14-20.24-25.28, Yoh. 8:31-42│

Kebenaran yang Memerdekakan

Yoh 8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku

Yoh 8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Yoh 8:33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Yoh 8:34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.

Yoh 8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.

Yoh 8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”

Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah

Yoh 8:37 “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Yoh 8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Yoh 8:39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Yoh 8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.

Yoh 8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Yoh 8:42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
– See more at: http://www.hidupkatolik.com/2013/03/19/bacaan-injil-rabu-20-maret-2013-yoh-831-42#sthash.Cb8Sdbnb.dpuf

 

Renungan

Tuhan menghadapkan kepada manusia dua pilihan: jalan kehidupan dan jalan kematian. Tuhan meminta agar manusia hanya memilih jalan kehidupan agar mereka hidup. Jalan kehidupan itu berarti memilih setia kepada kehendak Tuhan dan menghindari larangan-larangan-Nya.

Kitab Daniel menampilkan betapa sulitnya orang-orang pada zamannya untuk bertahan dalam iman. Tidak mudah bagi jemaat Daniel untuk setia kepada Tuhan. Contohnya bisa dilihat dalam kitash tiha pemuda: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka dipaksa Raha Nebukadnezar untuk menyembah patung emas buatannya. Jika tidak taat, maka mereka akan dibakar hidup-hidup. Namun, mereka memilih setia kepada Allah dan menolak menyembah berhala. Mereka rela dibakar demi iman kepada Allah. Ternyata Allah Israel lebih berkuasa daripada raja dunia siapa pun. Allah menyelamatkan mereka.

 Keturunan Abraham pun harus memilih hidup dalam kesetiaan kepada Allah. Umat manusiaharus percaya kepada utusan Allah, yakni Yesus Kristus. Mereka taat kepada-Nya dan hidup dalamkesucian. Bersama Yesus Kristus inilah, umat manusia menemukan kebebasan sejati dan keselamatan abadi. Memang kesetiaan manusia kepada Tuhan bisa diganggu oleh kekuasaan dosa dan kekuatan daging. Namun, kita percaya bahwa Tuhan lebih kuat dan berkuasa dari kekuatan dan kekuasaan manusia mana pun.

Ya Tuhan, bersabdalah senantidsa kepadaku agar aku Kaubawa kepada kebebasan dan kedamaian sejati. Amin.

======

Sumber: Ziarah Batin 2016

Kredit Foto:Kebenaran yang memerdekakan, www.catholicamericanthinker.com

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close