HarianJendela Alkitab

Renungan Harian │Sabtu Pekan Prapaskah V (P) │19 Maret 2016 │Hari Raya St. Yosef, Suami Maria 2Sam.│ 7:4-5a.12-14a.16, Mat. 1:16.18-21.24a│

Yakub mempunyai anak, Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau  akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.

 

Renungan

Santo Yosef adalah keturunan Daud, Anak Abraham. Ia dikenal sebagai orang yang tulus hati. Perannya dalam karya penyelamatan Gereja mononjol bukan karena pemilikiran atau pewartaan sabda – ucapannya tidak sepatah kata pun tercatat dalam Kitab Suci.

 Dia berjasa sebagai pelaksana yang tekun, setia, dan tidak banyak bicara. Ketika ia ragu mengambil Maria sebagai istrinya, ia berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan, yakni tetap memilih Maria. Ketika ia dan keluarganya harus mengungsi ke Mesir atau kembali dari Mesir, Yosef selalu taat pada perintah Allah.

Sebagai warga masyarakat,Yosef adalah seorang yang taat pada hukum dan tradisi. Ia pergi ke Betlehem ketika Kaisar Agustus mengumumkan sensus. la beserta keluarganya juga rutin berziarah tahunan ke Yerusalem seperti anjuran tradisi.

Ia adalah pribadi yang tabah dalam menghadapi kesulitan besar. Ketika Maria mau melahirkan dan tidak mendapatkan tempat yang layak, Yosef tetap menjadi pendamping setia bagi Maria. Begitupula ketika kanak Yesus terancam kematian akibat kerakusan akan kekuasaan dari Herodes, Yosef menjadi pengaman bagi Yesus dan keluarga. Maka sudah selayaknya ia diangkat menjadi pelindung Gereja serta teladan para bapak.

Ya Bapa, ajarilah aku beriman seperti Santo Yosef dan mengabdikan diri sepenuhnya seperti dia dalam karya penyelamatqn manusia. Amin.

======

Sumber: Ziarah Batin 2016

Kredit Foto: Silsilah Yesus Kristus Putera Daud, en.wikipedia.org

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close