Penutupan PKSN-KWI, Mgr. Turang Tegaskan Perihal Kegirangan Injil

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

PERAYAAN ekaristi penutupan Pekan Komunikasi Sosial Nasional Konferensi Waligereja Indonesia (PKSN-KWI) 2016 berlangsung meriah. Gereja Konkatedral Santa Maria Bunda Para Bangsa Gunungsitoli, Nias, Keuskupan Sibolga penuh dengan umat, biarawan dan biarawati yang hadir, pada Minggu (8/5/2016).

Selebran utama Uskup Keuskupan Agung Kupang Mgr. Petrus Turang dalam kotbahnya kembali menegaskan pesan penting yang disampaikannya pada seminar sehari sebelumnya tentang peran pokok alat komunikasi dan bagaimana manusia harus menggunakannya.

“Manusia harus menjadi tujuan utama di antara hal-hal yang mengagumkan (inter mirifica), yakni majunya alat komunikasi,”ujar monsinyur.

Dalam berbagai pertemuan yang terjadi, baik di keluarga, antarkeluarga, antarparoki, dan situasi pertemuan lainnya, penggunaan alat komunikasi seharusnya membuat persaudaraan antarmanusia juga makin erat. “Jangan sampai ada orang yang terkungkung, tidak bebas, tidak merdeka, dilecehkan, dibully akibat alat komunikasi dan pertemuan yang terjadi setiap saat dan setiap hari,”tegas Mgr. Turang.

Karena itu, hatilah yang menjadi pedoman bagaimana manusia dengan manusia lain semestinya berhubungan. Bukan kebencian melainkan cinta, kebaikan, kasih sayang yang semestinya dibagikan terutama melalui alat-alat komunikasi, kata Monsinyur.

“Dengan begitu, kita juga mewujudkan kerahiman Allah yang kita rasakan dan alami dalam perayaan ekaristi yang tampak nyata dalam diri Putranya, Yesus Kristus. Kegirangan Injil itulah yang harus kita bagikan setiap kali bertemu dengan orang lain melalui alat komunikasi yang kita gunakan,”ujar Mgr. Turang.

Karena itu, dalam keluarga, Uskup mengingatkan, anak-anak itu tidak perlu dilarang-larang dalam kaitannya dengan penggunaan alat-alat teknologi. Justru orangtua perlu tahu bagaimana perkembangan alat-alat itu dan kemajuannya agar dengan demikian bisa mengendalikannya, mengaturnya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Usai ekaristi meriah yang diwarnai dengan tari-tarian dan lagu-lagu meriah berbahasa Nias, uskup, pastor, suster dan bruder serta tamu undangan mengikuti ramah tamah di Aula Paroki. Hadir dalam kesempatan itu, Walikota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua dan beberapa pejabat pemerintah daerah lainnya.

Penutupan PKSN-KWI 2016 secara resmi dilakukan oleh Mgr. Petrus Turang dan Walikota Gunungsitoli dengan memukul gong disaksikan para tamu undangan. Yaahowu!

Share.

About Author

Abdi Susanto

Pendiri Sesawi.Net dan Managing Editor di Liputan6.com

Comments are closed.