PKSN-KWI 2016 Memadukan Budaya dan Cara Berpikir Ilmiah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

PERKEMBANGAN informasi dan teknologi komunikasi khususnya media sosial yang didukung teknologi internet adalah sesuatu yang harus dihadapi bukan dihindari. Gereja dalam hal ini Komisi KOMSOS KWI terus mengupayakan agar umat katolik di seluruh keuskupan di Indonesia memiliki pengetahuan yang cukup tentang perkembangan ini.

“Kami juga menghadirkan acara yang sifatnya sedikit ilmiah, agar kita belajar mengetahui perkembangan informasi dan komunikasi yang terbaru. Dengan pengetahuan yang cukup kita bisa mengambil sikap yang tepat atas perkembangan media ini,”jelas Sekretaris Eksekutif Komisi KOMSOS KWI, RD Kamilus Pantus dalam sambutannya di acara penutupan PKSN-KWI 2016,Minggu (8/5/2016).

Karena itu, komisi KOMSOS KWI menghadirkan rangkaian kegiatan yang sifatnya sedikit ilmiah dalam PKSN KWI 2016, yang berlangsung di Keuskupan Sibolga pekan lalu 2-8 Mei 2016. Ada lomba debat yang mengajak anak-anak SMA memahami betul perihal persoalan-persoalan komunikasi. Ada juga seminar tentang dampak sosial media yang menghadirkan para pakar di bidang filsafat, ilmu komunikasi maupun praktisi komunikasi.

Kamilus menyebutkan, media sosial merupakan anugerah Tuhan yang diciptakan oleh tangan dan akal budi manusia yang harus dimanfaatkan secara tepat. “Memanfaatkannya secara tepat untuk membagikan nilai-nilai kemanusiaan, mewartakan kebenaran Allah, mendekatkan Yesus kepada kita dan sesama. Sehingga kita bisa hidup bersama dalam satu bahasa yaitu bahasa kasih,”lanjutnya.

Gelar Budaya
Dalam kaitan dengan pergelaran budaya, KOMSOS Konferensi Waligereja Indonesia sengaja mendesain acara dengan memadukan antara budaya tradisional setempat dan modern.

“Kita yakin di balik nilai budaya kita ada sesuatu yang ingin diwartakan, ada kebenaran yang ingin dibagikan lewat gerak dan tari-tarian tradisional,”ujar Pastor asal Keuskupab Weetebula, Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sejak tanggal 2 hingga 8 Mei, berbagai acara telah mengisi PKSN-KWI 201 di Keuskupan Sibolga, Nias yang dipusatkan pada dua kota yakni Telukdalam dan Gunungsitoli. Sebut saja rekoleksi,lomba paduan suara, training jurnalistik, sosialisasi dampak media sosial dan narkoba bagi remaja, lomba menggambar karikatur, lomba debat, dan seminar.

Tak ketinggalan, lomba kreasi sanggar budaya, pentas malam budaya hingga kunjungan ke Kampung Bawomataluo, Telukdalam, Nias Selatan diagendakan selama PKSN-KWI 2016. Di desa adat ini, disuguhkan tarian perang yang kemudian menjadi tari penyambutan tamu serta atraksi lompat batu legendaris oleh 10 pemuda pilihan.

“Banyak nilai dan pengalaman yang kita timba dari pertemuan selama satu pekan ini,”terang Romo Kamilus.

Share.

About Author

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Comments are closed.