HarianJendela Alkitab

Oase Kehidupan, Selasa: 21 Juni 2016|Pw. St.Aloisius Gonzaga,Barw|2 Raj.19:9b-11,14-21,31-35a,36|Mzm.48:2-3a,3b-4,10-11|Mat.7:6,12-14|

Kasih Setia Tuhan Ada dalam Bait-Nya

DI MANA kita menemukan Kasih Setia Tuhan? Jalan menuju Kasih Setia Tuhan adalah jalan sulit. Banyak orang ingin cepat dapat hasil. Saat mereka melewati jalan ini mereka berhadapan dengan kehampaan. Mereka ingin cepat beralih. Takut berada sendiri dalam kekosongan yang menantang jiwa mereka. Tetapi sangat berbeda dengan Hizkia, raja Yehuda. Menghadapi masalah yang menantang, ia tahu ke mana ia harus melangkah. Ia melangkah di jalan yang benar. Jalan di mana ia menemukan kasih setia Tuhan. Itulah jalan menuju rumah Tuhan. Allah berdiam dalam bait-Nya yang kudus. Jika kita ingin menemukan Dia kita mesti melangkah penuh iman. Saatnya kita membebaskan diri dari rasa takut akan kesendirian di Bait-Nya yang kudus. Kita bukan sendirian. Kita ada bersama Dia dalam keheingan Agung. Kasih setia-Nya jauh melampaui harapan-harapan kita. Kuasa kasih-Nya jauh lebih besar mengatasi pikiran, rasa takut bahkan rasa bosan dalam diri kita. Kasih setia-Nya akan mengubah semua ketakutan kita. Masa depan kita terbuka. Semua jalan menuju masa depan menjadi begitu nyata di depan mata kita. Hanya Dia sendiri berkuasa membuka mata kita melihat jalan-jalan-Nya. Bersama pemazmur kita mengagungkan kasih setia-Nya. ‘Besarlah Tuhan dan sangat terpuji di kota Allah kita!’ ( Mzm.48:2)

Masuk dalam pengalaman doa di Bait Tuhan bagaikan melangkah di jalan sulit. Tetapi orang sukses akan bersorat memuji Tuhan. Mereka menunjukkan betapa kasih setia Tuhan ada dalam bait kudus-Nya. Kapel dan Gereja di mana tersimpan sakramen Mahakudus menjadi ruang terjadinya banyak mujizat. Sejauhmana anda dan keluargamu rajin melangkah ke tempat kudus ini untuk mengalami mujizat kasih setia-Nya? ‘Tuhan Yesus, Engkau sungguh hadir di Bait kudus-Mu. Bukalah hati kami untuk mengalami mujizat kasih-Mu Amin.’ (RD Antonius Prakum Keraf, Pr – Pengasuh Oase Kehidupan-Kontributor mirifica.net)***

=========

Kredit Foto: margonolucas.wordpress.com

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close