Teladan Kita

1 Juli, St. Oliver Plunkett

OLIVER belajar menjadi seorang imam di Roma. Pembantaian kaum Kristen di daerah asalnya di Irlandia membuatnya tidak dapat pulang. Ia mengajar di Roma sampai ditunjuk menjadi Uskup Agung Armagh dan daerah Irlandia.

Ia gemar mengunjungi umat, membangun sekolah, menahbiskan sejumlah imam, dan membaptis ribuan orang.

Sebuah pembantaian baru memaksanya bersembunyi hingga ia menderita demam dan kelaparan hebat. Surat-surat ia tulis untuk menguatkan umatnya bahwa ia tidak akan meninggalkan mereka, tapi tetap menjadi gembala yang beriman.

Setelah agak lengang, ia kembali bergerak aktif menolong umat. Akhirnya ia ditangkap dengan tuduhan pengkhianatan.

Pemerintah setempat tidak mendapati kesalahannya, sehingga ia dikirim ke London dan didakwa bersalah karena tidak sempat membawa saksi dari Irlandia. Ia dihukum gantung dan menolak diselamatkan dengan cara bukti palsu yang diusulkan uskup lain.

Ia sempat bersyukur kepada Tuhan “yang memberi kita anugrah untuk menderita bersama St. Petrus”. St. Oliver Plunkett (1629-1681), pelindung Perdamaian dan Rekonsiliasi di Irlandia

sumber: catholic.org
gambar: stoliverswalk.com

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close