HarianJendela Alkitab

Oase Kehidupan, Jumad: 01 Juli 2016|Am.8:4-6,9-12|Mzm.119:2,10,20,30,40,131|Mat.9:14-17|

Pengembaraan Yang Tidak Berujung

SANGAT menyedihkan melihat orang menjalani kehidupannya tanpa makna. Mereka melangkah tetapi tanpa tujuan. Kepada para murid-Nya, Yesus bertanya: ‘Apakah yang kamu cari?’ (Yoh.1:38) Pertanyaan menggugat langkah pengembaraan tanpa makna, tanpa tujuan. Itulah pengembaran di luar kehendak Allah. Nabi Amos mengeritik perilaku di luar kehendak Allah, yaitu menindas orang miskin, membinasakan orang sengsara. Bentuk penindasan antara lain berlaku tidak jujur, perilaku hidup koruptip. Orang tidak pernah merasa cukup setiap kali mereka mengecap hasil curian. Mereka ibarat orang menjelajah mencari firman Tuhan tetapi tidak menemukannya. Mereka tidak mencari dengan segenap hati. Mereka tidak mawas diri terhadap perilaku hidup koruptif.

Mereka menjelajah semakin jauh ke padang gurun dan merana kelaparan. Kita akan menemukan Tuhan, mendengarkan firman-Nya saat kita mulai mencari Dia dengan segenap hati. Hidup paling bahagia, paling bermakna adalah jika semakin banyak orang berpegang pada peringatan-peringatan Tuhan. Itulah jalan kebenaran, jalan hidup penuh sukacita. Dunia ini semakin aneh. Banyak orang tahu tetapi berbuat seakan-akan tidak tahu. Mereka itu seperti murid-murid Yohanes dan orang Farisi . Mereka tetap buta. Tidak menemukan sukacita dalam diri Yesus Tuhan. Tidak dengan segenap hati mendengarkan Dia bahkan bersekongkol melawan Dia. Sejauhmana anda dan keluargamu memaknai ziarah hidup ini sebagai orang-orang yang paling berbahagia karena setia berpegang pada ketetapan-ketetapan Tuhan? ‘Tuhan Yesus, tuntunlah kami selalu dalam kuasa firman-Mu agar hidup kami penuh makna, penuh sukacita. Amin’ (RD Antonius Prakum Keraf, Pr – Pengasuh Oase kehidupan – Kontributor mirifica.net)***

=======

Kredit Foto: Padang gurun di Lembata (Foto: John Laba Wujon)

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close