Teladan Kita

7 Juli, St. Markus Ji Tianxiang

LAHIR di kampung Yazhuangtou, Hebei, Tiongkok. Ia adalah seorang ahli obat tradisional, termasuk akupuntur. Ia mengobati banyak orang miskin tanpa biaya.

Di usia 40 tahun, ia mengalami sakit perut yang hanya bisa dihilangkan dengan opium. Sayangnya, ia jadi ketagihan, sampai 24 tahun selanjutnya. Ia gagal untuk berhenti sampai diekskomunikasikan, tidak boleh menerima Hosti Kudus.

Ia tetap mengikuti misa karena ia percaya bahwa itulah cara ia bisa diselamatkan. 10 tahun kemudian, kelompok pemberontak menculik 13 orang dari kampungnya, termasuk Markus dan keluarganya. Mereka diminta menyangkal iman Kristus, tapi mereka menolak.

Ketika dibawa ke tempat eksekusi, keponakannya yang berusia 8 tahun bertanya, “Kita mau kemana, kakek?
Markus menjawab, “Mari kita pulang.”
Ia juga berkata kepada keluarganya: “Jangan takut, surga di tangan kita.” Lalu ia minta dipenggal terakhir, untuk memastikan seluruh keluarganya melewati ujian iman itu. St. Markus Ji Tianxiang adalah pelindung pengguna narkotika.

sumber: santibeati.it
gambar: reflectionsofaparalytic.com

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Content is protected !!
Close