HarianJendela Alkitab

Renungan Harian, Selasa: 26 Juli 2016│Mat. 13:16-17│

MAT 13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Mat 13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Renungan

Perintah menghormati orang  tua ada di dalam Kitab Suci (bdk. Kel. 20:1-17). Yesus punya orangtua, Yusuf dan Maria. Maria punya orang tua juga, Yoakim dan Anna, yang hari ini kita peringati. Yesus lahir ke dunia hanya karena Bunda Maria setuju. Mari menjadi suci karena didikan orangtuanya. Maka wajarlah kita menghormati mereka dan meneladani karakter baik mereka. Orang tua pasti berperanaan besar dalam kesucian dan kesuksesan anaknya. “Buah jatuh tidak jauh dari pokoknya”, demikian pepatah.

Gereja Katolik menghormati orang kudus; bukan menyembahnya. Yang disembah hanyalah Tuhan. Santo-santa bisa para religius atau awam, baik yang berkeluarga atau tidak. St. Yohanes Paulus II mengkanonisasi pasangan suami-isteri Quattrochhi. Paus Fransiskus mengkanonisasi orangtua St. Theresia Lisieux. Itu semua karena terbukti dalam segala kesulitan hidup, mereka tetap suci dan mendidik anak-anak dengan baik. Mereka menjadi teladan kita.

Setiap kita pun dipanggil untuk menjadi kudus, apa pun status hidup kita. Kekudusan bukan milik kelompok tertentu, tapi semua pengikut Yesus. Meneladani cara hidup Yesus dan bercermin pada kehidupan para kudus, teristimewa santo dan santa pelindung kita masing-masing, semoga kita pun menjadi kudus dalam kehidupan harian kita.

Ya Tuhan, semoga aku menjadi kudus, seperti Engkau kudus adanya. Berkatilah para orang tua agar menjadi teladan kekudusan di dalam keluarga masing-masing. Amin.

======

Sumber: Ziarah Batin 2016

Keterangan: St. Yoakim dan Sta. Anna/kredit:www.katakombe.net

 

Tags

Komsos KWI

Membantu para Waligereja mewujudkan masyarakat Indonesia yang beriman, menghayati nilai-nilai universal, serta mampu menggunakan media komunikasi secara bertanggung jawab demi terciptanya persaudaraan sejati dan kemajuan bersama.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close