KWI

Mgr. Antonio Filipazzi: Tugas Utama Seorang Uskup adalah Berdoa

SEBELUM penutupan perayaan misa tahbisan Uskup Malang yang berlangsung kemarin, Sabtu (3/9) di stadion Gajayana, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutannya.

Berikut ini kata sambutan dari Mgr. Antonio Guido Filipazzi:

Pada hari ini, Sabtu (3/9) kita patut bersyukur kepada Allah Tri Tunggal Maha Kudus atas anugerah seorang gembala baru  bagi keuskupan Malang. Sekali lagi, Bapa kita mengindahkan perjanjian-Nya, “Aku akan mengangkat bagi-Mu gembala-gembala yang sesuai dengan hatiku. Yesus Kristus gembala baik yang sejati itu tetap berada dan tinggal di tengah- tengah kita melalui para uskup sebagai  penerus para rasul, dan Roh Kudus mempersatukan orang tertentu menjadi serupa dengan Kristus sebagai kepala Gereja.

Namun karena anugerah anugerah ini disampaikan kepada kita melalui orang dalam situasi yang konkrit,  maka rasa syukur kita ini juga mesti dihaturkan kepada banyak orang.  Pertama-tama, yakni  kepada Bapa Uskup yang baru,Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm,  yang berseedia menerima panggilan Tuhan.

Kemudian keluarganya yang terwakili secara khusus oleh Ibundanya yang telah memberikan kehidupan dan iman kepadanya.

Lalu kepada ordo Karmelit yang merupakan keluarga Rohani dari Bapa Uskup  yang baru ini, yang telah mengajarkan hidup bakti  dan telah memberikan kontribusi besar bagi keuskupan Malang. Dan juga Bapa Uskup Emeritus, Mgr. Herman Yoseph  Sahadat Pandoyoputra, O.Carm serta  pendahulunya yakni Ytk. Mgr Fransiskus Xaverius  Hadisumarto, O.Carm yang bersama dengn banyak imam, biarawan-biarawati dan kaum awam telah bekerja demi membangun Kerajaan Allah di bagian  Indonesia ini.

Kita bisa bertanya: siapakah seorang uksup, apakah tugasnya? Sebagaimana saya sudah saya katakan, Mgr. Pidyarto adalah anggota Ordo Karmel yakni sebuah keluarga hidup bakti yang memiliki doa dan kontemplasi. Dengan kharisma hidup bakti ini, maka kontemplasi  merupakan bagian mutlak dari kehidupan seorang uskup. Seorang Uskup terutama sekali  bukan seorang pemimpin oerusahaan atau manager, pekerja sosial atau politisi dan lain lain sebagaianya. Seorang Uskup adalah seorang pendoa

Oleh karena itu, pertanyaan ini tentu disampaikan kepada Bapa uskup.Aapakah anda sebagai seorang Uskup dapat menjalankan hidup doa kepada Allah yang Maha Esa tanpa demi kesucian umat tanpa kenal lelah?

Sebagaiamana sudah diingatkan oleh Paus Fransiskus, tugas pertama seorang uskup  ialah bersama Yesus dalam doa. Tugas pertama seorang uskup bukanlah merumuskan reksa pastoral yang tegas. Bukan! Bukan! Bukan!  Beroda, itulah tugasnya yang pertama!

Hari ini bertepatan dengan peringatan liturgis, Gereja juga memperingati seorang Kudus, seorang uskup yang termashyur, yakni  Gregorius Agung. Gregorius Agung telah meninggalkan kepada kita warisan iman yang kokoh dan juga meninggalkan kepada kita sebuah buku mengenai pelayanan pastoral, yakni buku regula pastoralis. Dalam karyanya ini, St. Gregorius Agung memberikan anjuran kepada para gembala gereja:

“Seorang pembimbing jiwa-jiwa hendaknya membekali setiap orang dengan penuh bela rasa dan juga hendaknya ia membaktikan diri pada hidup kontemplasi lebih dari orang lain. Hendaknya ia  mampu menampung dalam dirinya segala kelemahan yang terdapat dalam diri orang lain dengan hati yang penuh belas kasih. Berkat doanya, seorang uskup bisa menjadi lebih dekat dengan Allah dan kepada sesama.

Perju juga kita ingat bahwa Bapa Uskup yang baru dan juga semua uskup tidak hanya wajib berdoa. Namun mereka juga membutuhkan doa dari seluruh gereja dan juga doa dari saudara sekalian untuk memohon kepada Tuhan, menopang hidup  mereka dengan  doa dalam karya pengembalaan. Dengan demikian,  mereka dapat  menjadi pembimbing bagi perjalanan hidup doa umat sekalian  serta dalam tugas  mewartakan Injil Yesus Kristus dengan setia seturut  moto Bapa Uskup yang baru, “Dengan Setia Mewartakan Injil Kristus.”

Menurut Paus Fransiskus, doa setiap umat untuk uskup-uskup kita adalah sebuah kewajiban. Namun kewajiban itu hendaknya dihayati sebagai sebuah kewajiban yang penuh kasih yakni kewajiban anak-anak kepada Bapa mereka sekaligus juga kewajiban persaudaraan.

Marilah kita mendoakan Sri Paus, mendoakan para gembala gereja serta semua uskup yang menjadi saksi sejati, uskup-uskup yang setia dalam doa, dan yang melalui perkataan mereka membantu kita untuk memahami Injil sehingga kita semakin meyakini bahwa Negkaulah Tuhan  hidup di tengah tengah kita.

Semoga Bapa Uskup yang baru  menjadi abdi dalam hal doa dan juga semoga keuskupan Malang yang dipercayakan kepada beliau menjadi komunitas iman dan komunitas doa yang terus mewartkan Injil Kriststu dengan setia kepada setiap orang melalui perkataan dan perbuatan.

Ad Multo Sanus!

 

Yang Mulia

=========

Editor: John Laba Wujon

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close