KOMSOS KWI

Pewartaan Modern: Antara Pribadi Komunikan dan Konten

PADA zaman Yesus Kristus, Sang Anak Domba Allah berwarta menggunakan konteks. “Bila berbicara kepada petani, Yesus menggunakan bahasa petani; bila kepada nelayan, Yesus menggunakan bahasa nelayan,” ujar RD Kamilus.

Bukan soal materinya, tapi siapa yang menyampaikan. “Bila kita melihat yang mengatakan pastor misalnya, kita pasti mendengarkan,” kata RD Kamilus.

Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI ini menyampaikan bahwa Indonesia sudah marak dan melek teknologi. “90% orang Indonesia adalah pengguna ponsel. Pengguna Twitter Indonesia sudah melebihi populasi total Irlandia,” katanya.

Momentum modernisasi ini bisa dimanfaatkan para pewarta untuk menyebarkan Kerajaan Allah melalui teknologi. Yang terutama, kita perlu menyiapkan pribadi kita agar dapat menyampaikan konten dengan kemasan dan cara yang menarik serta mampu bersaing dengan konten sekuler.

Sebagai sahabat Yesus, RD Kamilus mengingatkan kita juga mewarta seperti Kristus sendiri, berangkat dari pengalaman sehari-hari, perumpamaan, bahasa yang mudah dimengerti. “Namun, harus dihindari pewartaan mengenai diri sendiri,” kata RD Kamilus kepada para aktivis Komsos Palembang.

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close