KOMSOS KWI

Antara Buku, Membaca, dan Menulis

PELATIHAN Public Speaking dan Jurnalistik dalam tingkat Sekolah Tinggi Pastoral (STP) diadakan kelima kalinya di Kupang.  Bekerjasama dengan Komsos KWI, STP Keuskupan Agung Kupang mengutus 50 mahasiswa semester tiga dan lima untuk mengembangkan diri dalam berbicara dan menulis. Bertempat di Bello, Kupang, pelatihan dimulai hari ini (25/9) sampai lusa (27/9).

Pelatihan didahului ibadat singkat dan perkenalan satu sama lain. Setelah itu, RD Kamilus Pantus, Sekretaris Eksekutif Komsos KWI mengajak para mahasiswa untuk cermat menggunakan internet.

Media komunikasi berevolusi dari bentuk yang paling klasik, buku. Buku adalah media tertua untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. Kekayaan Gereja Katolik pun adalah warisan buku teologi dan filsafat dari para pujangga Gereja.

Dalam relevansi dengan pelatihan, menulis berasal dari kesukaan pada membaca. “Sebagai calon katekis, kita harus terus menyandarkan apa yang kita ajarkan terhadap Injil dan dokumen Gereja. Tidak boleh salah,” tukas RD Kamilus.

Aktivitas menulis menghasilkan sesuatu yang bisa masuk ke ruang pribadi seseorang.

“Bila kita mengetuk pintu rumah orang -mau berbicara tentang Yesus- kebanyakan orang langsung beralasan sibuk dan tidak mau. Akan tetapi bila kita menulis -entah di media sosial atau buku- orang membacanya bahkan ketika di kamar sendiri,” kata Budi Sutedjo dalam pengantarnya.

Pelatihan ini difasilitasi oleh RD Kamilus Pantus, Kevin Sanly Putera, dan Margana dari tim Komsos KWI, kemudian Budi Sutedjo dan Maria Herjani, pelopor Indonesia Menulis, dan Errol Jonathans, direktur Suara Surabaya.

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

Close