KOMSOS KWI

Segmentasi Demografi Sebagai Kunci Komunikasi Efektif

“INI bukan kelas, seperti dosen dan mahasiswa, karena kita sama-sama belajar. Saya berbagi tentang public speaking, dan teman-teman berbagi tentang teologi dan pastoral. Jadi jangan panggil saya pak, panggil saya kak,” kata Errol mendatangkan tawa peserta.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang dibagi menjadi dua kelas, sesuai bidang jurnalistik dan public speaking. Pelatihan jurnalistik dibawakan Budi Sutedjo dan Maria Herjani, pelopor Indonesia Menulis. Sedangkan, pelatihan public speaking dibawakan Errol Jonathans, direktur Suara Surabaya. Para mahasiswa dibagi secara acak dari semester tiga dan lima untuk mengikuti tiap kelas.

Dalam sesi pertama mengenai public speaking, Errol membagikan mengenai dasar komunikasi, sebuah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Salah satu aspek penting adalah mengenali komunikan.

“Kita perlu melakukan segmentasi dalam berkomunikasi. Segmentasi bisa dilakukan menurut demografi dan psikografi. Demografi yang bisa dipastikan, psikografi yang relatif,” ujar Errol.

Segmentasi menurut demografi bisa dilihat berdasarkan lima faktor: jenis kelamin, umur, pendidikan, profesi, dan status sosial.

Jenis kelamin dibagi menjadi pria dan wanita. Umur sesuai kategori anak, remaja, dewasa, atau lansia. Pendidikan per tingkat sekolah. Profesi menurut pekerjaan masing-masing. Status sosial bisa diambil contoh orang desa dan kota. “Berbicara menggunakan konteks dan bahasa kota kepada orang desa tentu akan sulit dipahami, begitu pula sebaliknya, karena dua kategori ini tinggal di dua dunia yang berbeda,” kata Errol.

Beliau menekankan, komunikator yang ulung dapat menyesuaikan gaya komunikasinya sesuai segmen.

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

Close