World Youth Day

Hangatnya Keluarga Pendeta Emmy

Sukacita Inil di tengah masyarakat yang majemuk, terasa pas ketika para peserta Indonesian Youth Day 2016 mulai live in di tengah masyarakat Manado yang memiliki latar budaya dan agama yang beragam.

Nano, bersama keluarga angkat/ foto : Retno Wulandari (dok.Komsos KWI)
Nano, bersama keluarga angkat/ foto : Retno Wulandari (dok.Komsos KWI)

Sukacita itu dirasakan oleh Apriano Isidorus Aquino atau yang biasa dipanggil Nano (20). Mahasiswa semester 3 Fakultas Tenik Universitas Nusa Nipah Maumere ini live in di keluarga Pdt Emmy Situmorang Milos, S.Th yang berdomisili di wilayah rohani Santa Clara, Paroki Ratu Rosario, Tuminting, Manado.

Awalnya Nano merasa takut karena harus tinggal bersama keluarga yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Namun ketakutan itu pun seketika hilang ketika ia disambut dengan hangat oleh keluarga yang nota bene berbeda agama dengannya.

“Awalnya sempat takut karena bertemu keluarga baru, tapi kemudian seriring berjalannya waktu merasa senang,”jelas Nano asal Sikka, Maumere, Flores.

Sukacita itu rupanya tak hanya dirasakan Nano. Keluarga Pdt Emmy Situmorang Milos, S.Th turut bahagia dengan kehadiran Nano. Bahkan ibu 2 putra ini menganggap Nano sebagai anak sendiri.

“Engkau adalah anak kami, sehingga kamu harus merasakan sukacita bersama keluarga kami. Anggap kami sebagai ayah dan ibu,”ajak ibu pendeta Gereja Masehi Injili di Minahasa ini.

“Sungguh suatu kegembiraan bagi kami. Ini pertama kali kami menerima kontingen IYD. Kami merasakan sukacita yang luar biasa,”lanjut Pdt. Emmy yang sejak lama memiliki hubungan sangat dekat dengan umat di paroki dan semua pastor di Keuskupan Manado.

Tags

Retno Wulandari

Praktisi di bidang Public Relation, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close