HarianJendela Alkitab

Cinta Dan Ketekunan Dalam Menjalankan Tugas Akan Mendatangkan Kesuksesan! (Renungan Harian, Selasa 25/10/2016)

Cinta Dan Ketekunan Dalam Menjalankan Tugas Akan Mendatangkan Kesuksesan!

(Lukas 13: 18 – 21)

SAUDARA-SAUDARI… Saya mengenal seorang teman. Sekarang sudah menjadi petani sukses. Dia tamat SMA. Karena masalah keuangan, dia tidak melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Dia kembali ke kampung dan meminta orangtuanya untuk memberikan dia tanah warisan agar mulai mengelolah tanah warisan itu sesuai dengan kemauannya. Orangtua setuju dengan permintaannya. Awalnya dia meneruskan apa yang sudah dimulai oleh orangtua yaitu menanam padi. Tetapi sesudah dikali-bagi penghasilan setiap tahun dan biaya pekerjaan sepanjang tahun di kebun yang sama, dia temukan bahwa penghasilan dan pengeluaran tidak seimbang, lebih banyak pengeluaran dari pada pendapatan. Sekarang muncul ide baru, merombak persawahan menjadi lahan penanaman perdagangan jangka panjang seperti cengkeh, coklat, vanili, pisang. Tetapi sebelum dia mewujudkan idenya, ia pergi ikut kursus pertanian selama 6 bulan. Berbekalkan kenekadan yang luar biasa dan pengetahuan yang sudah dipelajarinya, dia mulai wujudkan idenya. Saya saksikan sendiri bagaimana dia bekerja keras mewujudkan idenya dan sangat tekun menjalankannya. Karena cinta dan ketekunannya, sekarang dia menjadi petani sukses. Berawal dari ide yang sangat sederhana, kemudian mewujudkan ide itu dalam kegiatan konkrit. Karena cinta dan ketekunan dalam menjalankannya, maka kini dia dikenal dan dihormati oleh banyak orang.

Hari ini Yesus mengajar kita tentang kerajaan Allah. Katanya, “Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang ditaburkan orang di kebun, kemudian menjadi pohon dan burung-brung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” Biji sesawi itu sangat kecil dan sangat gampang hancur. Kalau disiram di tanah berbatu atau pasir atau di semak berduri dan tidak dirawat dengan baik, maka kehidupannya akan merana dan tidak akan menjadi pohon dan burung2 di udara pun tidak bersarang pada cabangnya. Tetapi kalau disiram di tanah yang subur, dirawat dan disirami dengan air setiap hari, pasti ia akan bertumbuh dengan baik dan bisa menjadi pohon besar dan burung-burung akan bersarang pada cabang-cabangnya. Jadi kuncinya adalah butuh tanah yang subur, perawatan dengan penuh cinta dan tekun serta setia mengerjakannya.

Kerajaan Allah-pun demikian. Kerajaan Allah tidak dengan sendirinya muncul di dunia ini. Kerajaan Allah itu diwartakan oleh para nabi dan oleh Yesus Kristus sendiri. Berawal dari pengajaran dan kesaksian hidup dari mereka yang mewartakannya.

Kalau kita amati kehidupan Yesus Kristus sendiri. Yesus sewaktu dilahirkan ke dunia ini, kelahirannya tidak disambut dengan music dan nyanyian. Tidak ada perayaaan besar-besaran pada saat ia dilahirkan. Tidak ada tulisan-tulisan selamat datang untukNya dan ucapan selamat berbahagia kepada orangtuaNya. Ia dilahirkan dalam kandang binatang yang berbau amis dan kotor. Jadi awal kehidupannya sangat tidak dikenal. Tetapi dalam proses selanjutnya, Yesus pelan-pelan dikenal orang karena pengajaran dan mujizat-mujizat yang dibuatnya. Kesaksian hidupNya sudah menyentuh hati banyak orang dan banyak orang menaruh perhatian kepadaNya, jatuh cinta padanya dan malah ada yang memberi dirinya untuk menjadi saksiNya. Selanjutnya Yesus diakui sebagai Mesias, Kristus dan Allah bagi mereka yang percaya kepadaNya. Barangsiapa yang percaya kepadaNya akan beroleh kehidupan kekal.

Barangsiapa yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan, pengakuannya itu akan menjadi kuat dan kokoh kalau tetap menjalin relasi cinta dengan Dia; selalu berkomunikasi dengan Dia lewat doa; mendengarkan dan mewujud-nyatakan firman Tuhan dalam hidup harian; menyambut Tubuh dan DarahNya sebagai makanan rohani yang akan memampukan kita berjalan menuju Rumah Tuhan. Kesaksian hidup kita akan Yesus Kristus bisa menjadi inspirasi bagi orang lain juga. Kesaksian hidup kita akan menjadi biji sesawi untuk orang lain, dan biji sesawi itu bisa bertumbuh besar kalau pribadi orangnya selalu mencintainya dan merawatnya dengan tekun.

Marilah saudara –saudari, kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita agar kita tetap mencintai dan tekun menjalankan tugas yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita sehingga pekerjaan kita pun akan menghasilkan buah berlimpah.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

 

Kredit Foto: Papaboys 3.0

 

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close