Urbi

OMK Karismatik Tebarkan Api Belas Kasih

OMK Karismatik Tebarkan Api Belas Kasih

PADUAN Suara Mahasiswa Universitas Musi Charitas Palembang membahana memenuhi ruang pertemuan Hotel Daira Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/10) lalu. Paduan Suara ini memeriahkan Perayaan Ekaristi pembukaan Konvensi Nasional Orang Muda Karismatik Katolik VI 2016 yang dihadiri 250 orang muda dari 15 Keuskupan di Indonesia ini. Misa Kudus dipimpin oleh Rm Simon Margono Pr, mewakili Mgr Aloysius Sudarso SCJ yang berhalangan hadir.

OMK Karismatik larut dalam doa (Doc. Komsos KaPAL)
OMK Karismatik larut dalam doa (Doc. Komsos KaPAL)

Dalam homilinya, Romo Vincensius Setiawan Triatmojo Pr menjelaskan bahwa Konvenas yang ke VI ini dikaitkan dengan kehidupan orang muda dalam menjalani Tahun Yubileum Belas Kasih. Dalam menjalani Tahun Yubileum Belas kasih, orang muda diajak untuk membuka pintu hatinya, agar dapat menampung rahmat sebanyak-banyaknya dari Tuhan.

“Supaya kita bisa merubah dunia yang penuh gejolak dan menjadikan dunia kita lebih indah dan teduh bagi kita semua. Sebab, dunia yang kini penuh dengan gejolak ini, secara istimewa justru ditegasi oleh Allah untuk memaklumkan kuasa belas kasih Bapa sendiri. Secara istimewa, Gereja sendiri adalah sakramen kehadiran Allah yang diterangi oleh Kristus sebagai pembawa rahmat keselamatan,” kata romo yang akrab disapa Romo Avien ini.

Rm Avien juga mengungkapkan keprihatinannya mengenai keadaan dunia yang kini sudah begitu berdosa, sehingga layak untuk dihukum. Namun hukum belas kasih justru berbicara sebaliknya. Hukum belas kasih membebaskan semua dosa itu.

“Saat ini, yang diperhitungkan bukan semakin banyaknya orang berdosa, tapi bagaimana menolong semakin banyak orang yang menjadi korban kejahatan. Yang diperhitungkan bukan kebencian atau permusuhan, melainkan semakin banyaknya kesengsaraan, penderitaan dan kematian bagi mereka yang tidak bersalah,” kata Rm Avien.

Belas kasih itu akan diwujudkan melalui semangat api Kristus yang terus-menerus bernyala. Sesuai dengan tema Konvenas Orang Muda Karismatik Katolik tahun ini, “Spreading The Fire”, api Kristus yang akan membuat semuanya menjadi lebih terang, jelas serta indah dan mempesona. Indah dan pesona kehidupan adalah ketika kita ada dan bisa ambil bagian di dalamnya, ketika bisa berguna bagi sesama dan Tuhan yang tidak lain adalah di dalam pelayanan.

Berkenaan dengan kata-kata Yesus bahwa Iadatang melemparkan api ke bumi dan mendambakan agar api itu selalu menyala, Romo Avien menguraikan makna api. “Api mempunyai banyak manfaat, yaitu untuk memurnikan, memasak, membakar atau menjadikan yang asli menjadi jelas kelihatan. Api yang dibawa Yesus adalah api iman yang bisa memurnikan diri kita dari segala dosa yang mengotori hidup,” tandas Romo Avien, ketua Komisi Kateketik Keuskupan Agung Palembang ini.

Untuk itu, para orang muda diminta untuk terus-menerus memurnikan diri dengan membakar dan memusnahkan hal-hal negatif yang ada dalam diri mereka. Proses ini tentu tidak mudah, karena harus melawan hawa nafsu dan egoisme yang ada di dalam diri manusia.

“Namun jika berteguh dan menjaga nyala api kita, hidup kita akan berkualitas seperti emas murni,” kata Romo Avien.

Rm Avien mengajak orang muda untuk terus-menerus bertekun, sehingga bisa menjaga nyala api iman dan harapan.

Butuh Managemen

Karismatik di mana pun selalu memiliki komunitas bernama Persekutuan Doa (PD). Melalui kehadiran PD ini, pribadi-pribadi dapat menumbuhkan iman akan Kristus Tuhan. Namun tidak mudah mengelola sebuah Persekutuan Doa. Dibutuhkan sebuah managemen yang baik, agar pribadi-pribadi dalam dapat berjumpa dengan Kristus dalam hidup sehari-hari.

Selama Konvenas OMK Karismatik, pihak panitia menyediakan lokakarya berkenaan dengan managemen Persekutuan Doa. Para peserta yang berminat dalam mengelola PD dapat mengikuti lokakarya ini.

Agnes Kolin, salah seorang peserta dari Manokwari, mengatakan bahwa dalam kelas Manajemen PD ia diberi pelajaran tentang peran seorang leader yang baik dalam sebuah PD.

“Seorang leader harus bisa membawa anggota PD ke arah yang benar. PD juga harus memiliki visi yang benar,” katanya.

Perempuan kelahiran Malaysia, 27 tahun silam ini, menuturkan bahwa anggota-anggota PD di tempat asalnya lebih banyak orangtua, orang mudanya sedikit sekali. Padahal ia mempunyai kerinduan untuk berkumpul bersama orang-orang muda dalam PD. “Meski hanya ada 20 orang anggota PD yang sudah tua di Manokwari, kami tetap aktif di paroki seperti ikut serta dalam tugas koor. Saya sendiri juga sedang belajar menjadi pemazmur, agar bisa menyebarkan ‘apinya’ kepada umat lainnya,” tutur Agnes Kolin yang mengenal PD sejak tinggal di Makasar, Sulawesi Selatan.

Agnes berharap, kualitas doanya menjadi lebih baik lagi, sehingga bisa menimba kekuatan dari doa. Selain itu, ia juga ingin meluruskan pandangan umat mengenai PD Karismatik yang dianggap mencontek tradisi dari gereja lain.

“Sepulang dari Konvenas ini, saya bisa membagikan apa yang telah saya dapatkan kepada teman-teman di PD untuk menjadi lebih baik, tidak hanya secara kuantitas namun secara kualitas,” kata Agnes yang suka membaca webtoon ini.

 

Christian Feby (Salah satu OMK Karismatik)
Christian Feby (Salah satu OMK Karismatik)

Belajar Berdoa

Persekutuan Doa Karismatik dikenal dari semangat doa mereka. Namun berdoa dengan baik tidak muncul begitu saja. Hal ini mesti dipelajari. Karena itu, dalam Konvenas OMK Karismatik kali, para peserta belajar Doa Syafaat.

Christian Feby Sucipto, peserta dari Keuskupan Denpasar, merasa beruntung dapat mengikuti lokakarya Doa Syafaat. Ia diajarkan cara berdoa syafaat, manfaatnya dan juga kendala dalam berdoa syafaat.

“Semuanya dikupas tuntas. Selama ini, saya selalu memanjatkan Doa Syafaat untuk diri sendiri. Namun setelah mengikuti lokakarya Doa Syafaat, saya jadi tahu bahwa doa tersebut juga bisa dipanjatkan untuk orang lain juga,” tuturnya.

Feby yang sudah empat tahun aktif di PDKK Don Bosco bertekad untuk mengembangkan Doa Syafaat di PD Don Bosco. **

Penulis: Kristiana Rinawati/Maria Sylvista

Editor:  RD. Kamilus Pantus

Kredit Foto: OMK Karismatik larut dalam pujian (Doc. Komsos Keuskupan Agung Palembang)

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close