KWI

Pelayanan Sampai Usia Renta

PEMANDANGAN di depan Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) pagi ini lain dari biasanya. Ada karangan bunga menghiasi teras depan kantor para uskup se-Indonesia ini. Hari ini terasa spesial, kata salah seorang karyawan. Ya benar. Hari ini kita akan rayakan Pesta Intan Imamat dari Pater Albert Clemens Schreurs, CICM. Dia adalah salah satu dari deretan nama para penjasa dalam pengembangan karya kantor KWI. Perjalanan kariernya di KWI dirintis sejak 1968.  Sejak saat itu, ia mulai dipercaya oleh para Uskup untuk menangani bagian keuangan KWI (dulu MAWI). Berkat kreasi otak, hati, kemauan dan tangan dinginnya, banyak lembaga ia dirikan seperti Toko Rohani OBOR, PT. Raptim Indonesia, PT Griyaton (Perusahaan Panel Bangunan, kini sudah dijual), PT Kridatama (Perusahaan Broker Asuransi, kini sudah bubar), PT Danita (Pengelola Oasis Lestari), PT Ukabima (BPR bekerja sama dengan lembaga lain).

Pater Clemens, begitu ia biasa disapa, lahir di Zutendaal, Belgia, 10 Januari 1931. Masuk Novisiat CICM di Zuun 1950. Studi filsafat dan teologi di Leuven 1951-1957. Menerima tahbisan imam di Scheut 5 Agustus 1956 sebelum tahun terakhir studi filsafatnya selesai di Leuven. Tak tanggung-tanggung kala itu ada 42 imam yang ditahbiskan bersama oleh Mgr. Van den Berghe CICM. Kini masih ada 14 imam CICM sepuh seangkatannya yang turut  sempat merayakan pesta intan tahun 2016.

krans-bungaPater Albert Clemens Schreurs CICM telah merayakan Jubelium Intan Tahbisan Imamatnya di Gereja St. Josef (St-Jozefkerk), Wiemesmeer, Zutendaal, Belgia pada hari Minggu, 11 September 2016,. Acara yang dirancangnya sendiri di kampung halamannya ini dihadiri 150-an undangan, seperti keluarga besar Schreurs, para CICM Belgia & Indonesia, beberapa suster dan undangan dari Indonesia.

Paling fenomenal, hasil kreativitasnya yang terkait hari tua & masa depan puluhan ribu karyawan lembaga-lembaga Gereja adalah DHT-KWI (Dana Hari Tua KWI). Sejak berlakunya UU tentang Dana Pensiun, DHT-KWI yang awalnya dikelola semi-amatiran hanya berbekal niat baik dan luhur para pendirinya, bermetamorfosis menjadi Dana Pensiun KWI. Kini Dapen KWI dituntut untuk dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel, di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Pada masa tuanya, Pater Clemens merintis Panti Asuhan Fajar Baru bersama para suster tarekat PRR di Bekasi yang kini masih proses pematangan. Selain itu sebagai imam purnakarya ia juga masih dipercaya menjadi komisaris di PT Danita dan PT Ukabima.
Pater Klemens berharap, kendati usianya sudah renta, ia masih bisa berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain. Kepada para penerusnya ia menitip pesan, semua yang sudah ada, apa yang baik dan berguna perlu dijaga dan dilanjutkan.

Perayaan Ekaristi dan syukuran memperingati 60 tahun imamat dari Pater Clemens akan dilaksanakan hari ini, Jumat 28 Oktober 2016, pada jam 18.00 WIB di Lantai Empat Ruang Sidang KWI. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Ketua KWI Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta didampingi beberapa orang uskup.

Kredit Foto: Pater Clemens, kedua dari kanan bersama rekan-rekan di negara asalnya (Doc. RD. Agus Surianto)

Baca juga: http://www.mirifica.net/2016/09/13/pater-clemens-berkarya-dengan-hati-otak-kemauan-mengolah-dana-pensiun-kwi/#prettyPhoto

 

Tags

RD. Kamilus Pantus

Imam diosesan (praja) Keuskupan Weetebula (Pulau Sumba, NTT); misiolog, lulusan Universitas Urbaniana Roma; berkarya sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KWI, Juli 2013-Juli 2019

Related Articles

3 Comments

error: Silakan share link berita ini
Close