Teladan Kita

5 November, St. Galation dan Sta. Episteme

PASUTRI ini hidup di bawah pemerintahan Kaisar Decius. Orangtua Galation -Cleitopon dan Leukippa- adalah pagan kaya raya yang dipertobatkan oleh seorang pengumpul amal, persis sebelum melahirkan Galation.

Ayahnya ingin menikahkan Galation kepada Episteme, tapi karena takut hidup tidak murni, ia menolak. Kerasnya Galation menyentuh Episteme sehingga ia pun dibaptis.

Delapan hari kemudian, Episteme mendapat penglihatan bahwa ada kemuliaan surga tersendiri yang disediakan bagi mereka yang hidup perawan demi kepenuhan bagi Tuhan. Akhirnya bersama Galation, mereka sepakat untuk menikah tapi hidup perawan seumur hidup. Pasutri ini membagikan kepunyaannya untuk orang miskin.

Mereka pergi ke gurun Sinai membangun kelompok duabelas pertapa. Di saat pembantaian umat Kristen mendekati mereka, mereka maju menghadap pemerintah untuk menyatakan iman dan mati dengan pedang sebagai martir. Ketika mati, Galation berusia 30 tahun dan Episteme 16 tahun.

sumber dan gambar: santibeati.it

Tags

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close