HarianJendela Alkitab

Rumah-Ku Adalah Rumah Doa! (Siraman Rohani: Jumat, 18/11/2016)

Saudara-saudari…

HARI ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Basilika St. Petrus dan Basilika St. Paulus.

Pada waktu saya masuk ke dalam Basilika St. Petrus, saya merasa bahwa sejarah masa lampau seakan hidup kembali. Sewaktu saya berlutut, berdoa di kubur St. Petrus di dalam Basilika St. Petrus, saya sungguh merasakan bahwa Petrus, Rasul Kristus sungguh hadir di sana. Saya sungguh melihat kesinambungan Gereja Kristus, dari Yesus Kristus kepada para Rasul, kemudian dari para rasul kepada para bapa Gereja dan dari bapa-bapa Gereja kepada kita, yang hidup di jaman sekarang dan selanjutnya akan diteruskan oleh generasi penerus. Pernyataan Yesus kepada Simon bin Yunus: “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menghancurkan.”  Mt. 16:17. Pernyataan Yesus pada 2000-an tahun yang lalu ini, kini masih hidup sampai saat ini. Apa yang dikatakanYesus Kristus tetap menjadi kenyataan sampai pada saat ini.

Waktu saya amati mereka yang masuk ke dalam Basilika St. Petrus, semuanya berjalan dengan sopan dan penuh hormat. Ada yang langsung masuk ke dalam Kapela kecil, di sana Sakramen Mahakudus selalu ditahtahkan. Ada yang pergi memegang patung St. Petrus, memohon Santu Petrus untuk mendoakan intensi mereka.

Singkatnya bahwa dalam Gereja Basilika St. Petrus saya sungguh merasakan: kehadiran Kritus; suasananya sangat kondusif untuk berdoa; sejarah awalnya Gereja katolik bukan satu ilusi atau mitologi, tetapi satu fakta sejarah, yang kini masih bisa dilihat dan dipegang.

Di dalam Gereja Basilika St. Petrus ini setiap jam selalua dan perayaan Misa. Pada waktu Misa, Sabda Tuhan selalu dibacakan, Tubuh dan Darah Kristus selalu dipersembahkan dan kemudian diterima oleh umat Allah sebagai makanan rohani. Itulah Rumah Tuhan. Tuhan yang tersembunyi bisa dirasakan dan dihadirkan kembali lewat symbol-simbol yang sudah kita akui bersama.

Saaudara-saudari…

Lewat Injil hari ini, kita mendengar bahwa Yesus sendiri tampil di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Ia mengusir semua pedagang di situ. Ia berkata kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”Apa yang dibuat oleh Yesus Kristus adalah satu ungkapan iman dan rasa hormat terhadap Bait Suci. Dari katanya saja: Rumah Tuhan itu berarti Tuhan adalah pemilikNya dan Dia bersemayam di dalamnya. Di dalam Rumah Tuhan ini orang yang percaya kepadaNya selalu mendengar pengajaranNya dan menerima nasihat dan pemberianNya secara khusus Tubuh dan Darah-Nya sebagai makanan rohani.

Saudara-saudari…

Tuhan adalah Pencipta kita. Tuhan adalah Penebus kita. Tuhan adalah Pembimbing kita. Tujuan hidup kita di dunia ini adalah memuji dan memuliakan Tuhan. Arah tujuan ziarah hidup kita di dunia ini adalah bersatu dengan Tuhan dalam Kerajaaan Surga kelak. Gedung Gereja atau Rumah Tuhan adalah satu tempat resmi, yang sudah diakui oleh semua umat Allah, untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Oleh karena itu, sebagai umat Allah, kita sudah seharusnya selalu menghormati dan berlaku sopan di saat kita masuk ke dalam RumahTuhan. Selalu diharapkan supaya di saat kita berada di dalam rumahTuhan, kita merenungkan kebaikan Tuhan dan menanggapi kebaikanNya dengan memuji dan memuliakan Dia. Kalau kita melakukan kesalahan dan dosa, maka di saat kita berada dalam rumahTuhan, kita memohon ampun daripada-Nya. Di saat kita berada dalam rumah Tuhan, kita kembali memohon perlindungan dan berkat Tuhan untuk kehidupan selanjutnya.

Rumah Tuhan bukanlah tempat di mana kita bercakap-cakap dengan teman yang duduk di samping kita; bukanlah tempat kita bermain hp; bukanlah tempat tidur; bukanlah tempat kita mengamati – amati orang lain; bukanlah tempat kita memamerkan keindahan pakaian atau kekayaan kita; bukanlah tempat kita mencuri barang orang. “Rumah-Ku adalah Rumah Doa.” Demikianlah kata YesusKristus.

Marilah saudara-saudari…,

Manfaatkanlah Rumah Tuhan sesuai dengan nama dan tujuannya, agar di saat kita tinggalkan Rumah Tuhan, kita boleh alami rasa damai, segar dan rasa bahagia dalam hati dan pikiran kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

 

 

 

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

Check Also

Close
error: Silakan share link berita ini
Close