HarianJendela Alkitab

Persembahkanlah Diri Kita Kepada Tuhan Dengan Tulus Hati (Siraman Rohani Senin 21/11/2016)

Persembahkanlah Diri Kita Kepada Tuhan Dengan Tulus Hati
(Lukas 21: 1 – 4)

Saudara-saudari…
Di Paroki A ada seorang ibu tua yang rajin sekali datang Misa, baik pada hari Minggu maupun pada hari biasa. Betapa sering, sesudah misa, ia memberikan uang kepada saya. Kadang saya merasa malu menerimanya karena saya tahu latabelakang kehidupannya. Ia sangat sederhana tetapi hatinya sangat baik. Kalau saya menolaknya, ia akan tetap meminta saya untuk menerimanya. Sesudah menerima pemberiannya, saya bisa melihat ekspresi kebahagiaan di mukanya. Mungkin menurut orang kaya/berada, pemberiaan ibu tua ini sangat tidak berarti, tetapi menurut saya pemberiaannya sangat-sangat berarti. Alasannya, karena apa yang diberikannya sungguh keluar dari satu usaha keras selama seminggu. Ia duduk berjam-jam menjual sirih pinang di pinggir jalan dan dari hasil jualannya, dibagikannya kepada saya. Jadi bukan soal banyak atau sedikit yang diberikannya, tetapi soal nilai. Saya selalu berdoa semoga Tuhan senantiasa memberkati dan memberi dia kesehatan dan kebahagiaan hidup.

Saudara-saudari…
Lewat Injil hari ini, kita mendengar, bahwa Yesus memuji seorang janda miskin yang memasukkan dua peser ke dalam peti kolekte. Katanya kepada hadirin: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” Menurut Yesus, bahwa kehebatan dari Janda miskin ini adalah ia secara tulus menyerahkan apa yang dimilikinya.

Apa kira-kira alasan mengapa Janda miskin ini menyerahkan seluruh apa yang dimilikinya ke dalam peti persembahan? Dari refleksi pribadi, saya boleh katakan bahwa ibu Janda ini sesungguhnya mau ekspresikan rasa cinta dan terima kasihnya kepada Tuhan yang selalu memberkati dan melindungi dia. Dia percaya bahwa Tuhan selalu menyiapkan apa yang dibutuhkannya; Ia percaya bahwa Tuhan selalu mendengarkan permohonannya. Ia merasa, bahwa tidak perlu cemas dan takut akan kebutuhan hari esok. Kebutuhan hari esok pasti tetap disiapkan oleh Tuhan. Seperti burung di udara, binatang di darat dan ikan di laut, mereka tidak punya lumbung untuk menyimpan makanannya, tetapi setiap hari mereka tetap mendapatkan makanan. Tuhan, Pencipta segala sesuatu selalu menyiapkan apa yang selalu dibutuhkan oleh ciptaanNya, termasuk manusia. Tuhan sudah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan ciptaanNya.

Saudara-saudari…
Janda miskin ini sudah mengajar kita untuk selalu percaya kepada Tuhan dan persembahkan apa yang kita miliki kepadaNya dengan tulus hati. Pemberian kita sesungguhnya tidak seberapa dibandingkan dengan pemberian Tuhan kepada kita. Tuhan selalu menyiapkan apa saja yang kita butuhkan setiap detik. Bayangkan kalau Tuhan tidak menyiapkan udara setiap saat untuk kita? Apa yang akan terjadi atas hidup kita?

Sebagai anak-anak Allah, serahkanlah diri kita kepadaNya dengan tulus hati, setialah dan taatilah selalu pada perintah-perintahNya. Ketulusan, kesetiaan dan ketaatan kita akan selalu diperhitungkan Tuhan. Tuhan tidak membiarkan semua kebaikan yang kita lakukan untuk sesama dan diri-Nya berlalu begitu saja. Tuhan yang mahamurah dan mahakasih selalu mengganjari segala kebaikan kita.

Pandanglah Bunda Maria, yang hari ini kita rayakan pestanya. Ia dipersembahkan kepada Allah. Ia dipersembahkan kepada Tuhan dengan tujuan agar ia diberkati oleh Tuhan. Ia diberkati karena ia menjadi tempat kediaman Roh Kudus. Rahimnya ditempati oleh Putera Allah. Terdorong oleh Roh Kudus, Maria mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Ia melaksanakan kehendak Bapa dengan sempurna dan menjadi Bunda Yesus Kristus, Putera Allah.

Saudara-saudari…
Dalam Pembaptisan, hidup kita juga sudah dipersembahkan kepada Tuhan. Kita pun diberkati oleh Allah dan dilimpahi dengan rahmat-Nya.

Pertanyaan untuk diri kita sendiri: Apakah kita selalu setia dan taat menjalankan perintah Tuhan? Apakah kita selalu merasa bertanggung-jawab menjalankan tugas yang sudah kita terima di saat kita menerima Sakramen Permandian?

Marilah saudara-saudari…
Sembari kita merayakan Pesta Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah, kita pun membarui komitment kita, persembahkanlah diri kita kepadaNya dan mohonlah rahmat dan berkatNya ke atas kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close