HarianJendela Alkitab

Yesus Kristus Datang Menyelamatkan Semua Orang (Siraman Rohani 17/12/2016)

Yesus Kristus Datang Menyelamatkan Semua Orang (Matius 1: 1-17)

 Saudara-saudari…

Beberapa hari yang lalu, seorang ponakan saya, anak dari saudara sepupuh saya dari keluarga mama, mengirim ke group kami satu Silsila Keturunan suku mama saya. Saya begitu senang karena lewat catatan Silsila itu, saya bisa melihat siapa nama nenek moyang mama saya dan posisi saya dalam garis keturunan itu, saya ada pada generasi yang keberapa? Yang diharapkan agar masing-masing kami sebagai anggota suku terus mencatat nama-nama anggota agar tetap diketahui oleh generasi penerus. Yang menarik bahwa dari anggota suku dari garis keturunan yang sama itu ada yang tampil sebagai pemimpin yang dikenal, baik oleh masyarakat setempat maupun oleh penjajah pada masa itu, khususnya pada masa Penjajahan Belanda dan Jepang. Tetapi ada juga yang penampilannya kurang membahagiakan.  Itulah satu kenyataan sejarah yang tidak bisa diingkari, bahwa kami berasal dari satu keturunan dan sudah seharusnya kami selalu menjalin relasi yang baik antara kami agar dengan demikian apa pun yang direncanakan oleh suku boleh dapat dijalankan dengan baik dan tujuan usahanya pun dapat diraih dengan baik.

Saudara-saudari…

Injil hari ini melukiskan silsilah Yesus Kristus, sebagai manusia. Bahwa sebagai manusia, Yesus lahir dari satu suku yang berawal pada Abraham. Ia tidak menjelma sebagai makhluk yang langsung datang dari langit, melainkan menjadi seorang manusia yang sungguh mengakar dalam sejarah. Nama-nama dari anggota suku Yesus Kristus ada yang gampang kita bacakan namanya tetapi ada juga yang sulit dibacakan dan diingatkan namanya. Dalam garis keturunan Yesus Kristus ada laki-laki dan wanita, ada orang kudus dan pendosa, ada orang Yahudi ada orang bukan Yahudi, ada orang hebat ada juga orang sederhana. Jadi dalam keturunan Yesus bukan hanya yang baik-baik saja yang ada, tetapi yang buruk pun ada. Itulah kenyataan yang terjadi dan kenyataan itu selanjutnya harus diperbaiki. Untuk memperbaikinya dibutuhkan seorang penyelamat. Itulah tujuan kedatangan Kristus, yang lahir di tengah bangsanya. Ia datang ke tengah bangsanya, menggunakan bahasa bangsanya dan mewartakan kabar gembira kepada mereka semua sekaligus menantang mereka untuk bertobat.

Kenyataan sejarah ini juga mau menunjukkan bahwa maksud kedatangan Yesus Kristus ke dunia ini adalah mau menyelamatkan semua manusia apa pun latarbelakangnya. Selain itu, kenyataan sejarah tentang garis keturunan Yesus Kristus, mau menunjukkan tentang misi universal dari Gereja Kristus, bahwa semua umat Kristen, para pengikut Kristus harus selalu terbuka melayani siapa saja tanpa memandang suku, bangsa, Bahasa dan agama. Para pengikut Kristus harus selalu siap melayani siapa saja, sebagaimana sudah ditunjukkan oleh Yesus Kristus sendiri, bahwa Dia datang untuk menyelamatkan semua bangsa.

Pertanyaan untuk kita: Sebagai pengikut Kristus, apakah kita selalu siap memperpanjang cinta dan perhatian Yesus Kristus kepada orang yang berasal dari suku, bangsa, Bahasa dan agama yang lain? Apakah kita selalu siap melayani siapa saja?

Saudara-saudari…

Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelamatkan semua orang. Dia sudah mewujud-nyatakan tugas panggilannya dengan mati di salib demi keselamatan semua orang. Tugas panggilan itu sudah diwariskanNya kepada kita. Karena itu, dalam masa Advent ini, kita tingkatkan semangat Kristus yang sudah hidup dalam diri kita, untuk melayani sesama, secara khusus orang yang kurang mendapat perhatian di dalam masyarakat kita, agar mereka pun boleh merasakan Kristus lahir dalam diri mereka di hari Natal.

Kita berdoa memohon bantuan Tuhan, agar semangat pelayanan Kristus selalu membara dalam hati dan pikiran kita agar kita selalu digerakkan untuk keluar melayani siapa saja.

Kita memohon bantuan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin.

Kredit Foto: www.preghieracontinua.it

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close