HarianJendela Alkitab

Saling Mengunjungi Dan Membagi Sukacita (Siraman Rohani, Rabu:21/12/2016)

Saudara-saudari….

PADA suatu hari, seorang teman dekat saya menelpon bahwa dia mau datang mengunjungi saya, karena ada sesuatu yang ingin diceriterakannya kepada saya. Saya sendiri juga sangat rindu mau mendengar apa kira-kira yang ingin diceriterakannya. Saya coba menerka, apa kira-kira yang terjadi keatas teman saya ini? Saya siapkan minuman dan makanan buat teman saya. Sewaktu dia tiba di rumah, saya melihat wajahnya ceriah, satu tanda, bahwa dia mendapat berita gembira. Saya langsung ucapkan profisiat kepadanya. Kemudian dia bertanya pada saya:  “Apakah engkau sudah tahu apa yang ingin saya ceriterakan?”“Saya sudah rasakan, bahwa engkau mendapat berita gembira. Raut mukamu yang ceriah itu adalah tanda bahwa sesuatu yang indah dan bahagia telah engkau alami. Sekarang saya mau mendengarkan apa berita gembirannya?”komentarku. Sambil minum, dia menceriterakan apa yang terjadi. Kami semua bahagia.

Saya yakin saudara-saudari-pun punya pengalaman yang sama, apalagi kalau mendengar bahwa ada berita yang sangat luar biasa yang terjadi keatas teman dekat kita, atau kita sendiri punya pengalaman yang sangat istimewah, pasti kita sangat rindu untuk membagi pengalaman itu kepada teman dekat kita. Kita sepertinya tidak mau agar pengalaman itu hanya dirasakan oleh kita sendiri, tetapi kita mau teman dekat kita pun perlu merasakannya. Dengan membagi pengalaman suka duka kepada teman dekat, itu berarti kita sungguh percaya kepadanya.

Saudara-saudari…

Hari ini kita mendengar kisah bahagia yang dialami Bunda Maria dan Elisabet. Bunda Maria mengunjungi Elisabet untuk membagi pengalaman istimewahnya kepada Elisabet sesudah mendapat pemberitahuan Malaikat bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan Dia adalah Putera Allah; selain itu dia juga mau merasakan kebahagian yang lagi dialami oleh Elisabet bahwa Elisabet yang dianggap mandul itu kinisudah mengandung seorang anak. Maria juga sudah membayangkan kesulitan yang lagi dialami Elisabet dalam urusan rumah tangga, hamil sudah enam bulan, pasti membutuhkan banyak bantuan. Karena itu dia bergegas mengunjungi Elisabet untuk melayani dia.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.”

Dari pernyataan Elisabet terungkap jelas bahwa Maria bukanlah seorang wanita biasa, tetapi ia adalah seorang wanita yang diberkati Tuhan. Ia adalah ibu Tuhan. Kata-kata pujian yang keluar dari mulut Elisabet sesungguhnya bukan buah bibir Elisabet, tetapi Roh Kudus meminjam mulut Elisabet untuk berkata-kata.  Elisabet dengan spontan katakan pada Maria bahwa anak yang di dalam rahimnya pun turut melonjak kegirangan sesudah mendengar salam Bunda Maria.

Saudara-saudari…

Pesan yang sangat penting dari Kunjungan Maria ke Elizabet adalah Elizabet, yang sudah dikuasai Roh Kudus,  mewakili semua manusia mengakui secara resmi bahwa Maria adalah Bunda Allah dan ia adalah wanita yang terberkati dari semua wanita di bawah kolong langit.

Apa yang bisa kita pelajari dari Injil hari ini, untuk persiapan bathin kita menjelang Pesta Natal?

  1. Rajin-rajinlah mengunjungi sesama. Kunjungan kita mungkin akan mendatangkan kebahagiaan bagi keluarga yang kita kunjungi.
  2. Dengan tulus mengakui kelebihan sesama. Apapun yang kita alami dan lihat dalam diri sesama, ungkapkan itu dengan jujur dan tulus. Terimalah pujian dan ungkapan isi hati sama-saudara kita dengan tulus hati.
  3. Pupukilah sikap saling meneguhkan dan siap sedialah selalu untuk menolong sesama, secara khusus mereka yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

Kita berdoa semoga contoh hidup Bunda Maria dan Elizabet selalu menjadi inspirasi hidup kita.

Kita memohon Bunda Maria dan St. Elisabet untuk mendoakan kita. Amen.

 

Kredit Foto:  rezaconmigo.com

 

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

instagram default popup image round
Follow Me
502k 100k 3 month ago
Share
error: Silakan share link berita ini
Close