HarianJendela Alkitab

Oase kehidupan, Rabu: 04 Januari 2017│1Yoh.3:7-10│Mzm.98:1.7-8,9│1Yoh.1:35-42

Benih Ilahi

TIDAK ada satu kebaikan atau kejahatan bermula dari diri sendiri. Dua hal itu ada dalam apa yang kita sebut ‘benih’, ‘origin’, sumber. Ada benih kejahatan dari Iblis (1Yoh.3:8), ada pulah benih kebaikan dari Allah (1Yoh.3:9). Dua kekuatan itu terus-menerus bertempur dalam diri manusia. Mencermati sumber perilaku adalah langkah positip. Kita secara teratur dapat melakukan pemeriksaan batin. Kita menempatkan diri dalam terang pengadilan Allah atas perbuatan kita. Ia menghakimi dengan keadilan dan kebenaran (Mzm.98:9) Orang jujur, orang benar akan bersorak-sorai (Mzm.98:7,8).

Hidup penuh sorak-sorai hanya bersumber dari Tuhan. Yohanes pembaptis mengarahkan pandangan para murid kepada Yesus. Sudah saatnya mereka harus ‘tinggal bersama Yesus’ (Yoh.1:39). Pemeriksaan batin setiap hari harus menjadi satu ‘budaya hidup rohani’. Melalui budaya itu orang selalu ‘lahir baru’. Mereka merawat benih hidup Ilahi dalam diri mereka. Benih itu terus bertumbuh subur dan berbuah ( bdk. Mat.13:8). Banyak perilaku jahat menjadi tanda ‘matinya budaya hidup rohani’ dalam diri kita. Sejauhmana anda dan keluargamu memperhatikan dan melaksanakan ‘budaya hidup rohani’ dalam keluarga? (RD Antonius Prakum Keraf Pr -Kontributor mirifica.net)***

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Tags

RD. Anton Prakum

Dithabiskan menjadi Imam pada 9 Juni 1991 di Mulankera, Lembata, Guru dan pembina para calon imam di Seminari San Dominggo Hokeng tahun 1994-2003, saat ini bertugas sebagai Pastor Paroki Sta Bernadete Soubirous Pukaona Keuskupan Larantuka. Menjadi kontributor pada Majalah Hidup dan beberapa media lokal di NTT.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close