HarianJendela Alkitab

Siraman Rohan, Sabtu: 28 Januari 2017

 Kehadiran Tuhan Mendatangkan Kedamaian! (Markus 4: 35 – 41)

 Saudara-saudari…

Saya yakin kita semua sudah alami masa sulit dalam hidup kita. Malah ada yang alami masa sulit beruntun. Saya ingat seorangt eman pastor. Dia pergi kekampung karena ibunya sakit. Ia mendampingi ibunya di tempat tidur. Sesudah beberapa hari, ibu-nya meninggal. Selagi dalam perjalanan pulang menuju tempat tugas, dia dipanggil lagi oleh keluarga karena Ayahnya tiba-tiba jatuh sakit. Teman pastor ini infokan kepada pemimpin serikat. Pemimpin Serikat mengizinkan dia kembali ke keluarga. Setibanya di tengah keluarga, ayahnya menghembuskan nafasnya. Sungguh satu tantangan yang sangat luar biasa. Kita ingat Pepatah tua: “Sudah jatuh ditindih tetangga lagi. ”Penderitaan beruntun.  Pernahkah kita alami situasi seperti ini? Bagaimana reaksi kita di kala kita alami situasi seperti ini?

Saudara-saudari…

Hari ini kita mendengar bahwaYesus bersama murid-Nya naik perahu. Selagi Yesus tidur, tiba-tiba mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Para murid sudah mulai ketakutan. Mereka membangunkan Yesus dan berkata: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa? Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau: “Diam! Tenanglah! Lalu angin itu redah dan danau itu menjadi teduh sekali.”

Ceritera ini mau mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus di tengah kita selalu mendatangkan kedamaian. 1)Kristus memberi kita damai di tengah gelombang kehidupan kita.Situasi suka-duka silih berganti. Kalau situasi duka datang menyelimuti kita, situasi itu tidak dapat kita elak, karena memang waktunya sudah tiba dan kita harus menerimanya. Kita tidak bisa lari dari situasi seperti itu. Sebagai orang beriman, sikap yang harus kita wujudkan dalam situasi seperti itu adalah kembali kepada Tuhan dan memohon padaNya untuk memberi kita ketenangan dan kekuatan agar kita kuat menghadapi situasi itu. Tuhan dengan segala kuasaNya pasti selalu siap memberi kita kekuatan dan hiburan. Selain itu, sebagai orang Kristen yang percaya pada kebangkitan, kita semua percaya bahwa kita semua akan pergi, ada yang pergi mendahului kita dan ada yang menyusul. Kepergian orang yang sangat kita cinta sesungguhnya menjadi berkat untuk kita yang masih hidup di dunia ini,  karena ia sudah menjadi orang dalam, tinggal bersama Tuhan, dan pasti dia akan mendoakan kita selalu.

2) Tuhan selalu memberi kita ketenangan di kala kita alami banyak persoalan. Seorang Bruder tua, sangat tekun berdoa. Saya amati, kalau dia alami kesulitan, dia senyum dan tertawa. Kadang saya bingung dan bertanya dalam diri sendiri, apakah benar bahwa dia alami kesulitan? Saya tanya padanya: “Bruder, benarkah bahwa engkau alami kesulitan?Jawabnya, “ya…saya alami kesulitan, tetapi kesulitan itu mau mengasa otak saya, apakah saya bisa menghadapinya dan menjawabinya. Kalau saya tidak bisa menyelesaikannya saya akan minta Tuhan. Tuhan akan membantu saya.”Menurut Bruder ini, Tuhan selalu memberi dia ketenangan dan jalan keluar untuk menyeselesaikan kesulitannya.

3) Tuhan selalu memberi kita ketenangan di saat kita cemas dan gelisa. Saya yakin saudara-saudari pernah alami bagaimana Tuhan memberi kita ketenangan di saat kita cemas dan gelisah. Seorang frater saya. Menjelang ujian, dia sangat gelisah dan cemas. Sebelum keruang ujian dia berlutut di depan tabernakel dan Patung Bunda Maria. Dia berdoa mohon ketenangan dan pencerahan. Benarlah terjadi, sesudah berdoa dia alami rasa damai dalam hati dan sewaktu ujian lisan, dia dengan tenang menjawabi pertanyaan dosennya. Dia lulus dengan baik.

Saudara-saudari… Tuhan selalu mendampingi kita secara khusus lagi di saat kita alami kesulitan hidup. Yang diharapkan dari semua kita adalah harus tekun dalam iman dan selalu menjalin relasi yang baik dengan Tuhan. Tuhan pasti selalu membantu kita dan selalu siap memberia pa yang kita butuhkan. Tuhan yang maha cinta dan maha kasih pasti selalu mewujudkan cinta dan kasihnya. Yang menjadi kesulitan kita adalah kita tidak sanggup melihat dan membaca apa yang Tuhan berikan di saat kitalagialami kesulitan.

Kita berdoa, smogaTuhan selalu membuka mata hatikita untukbisa melihat apa yang Tuhan berikan kepada kita dan membuka telinga hati kita untuk mendengarkan bisikanNya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!

 

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

 

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close