HarianJendela Alkitab

Siraman Rohani, Selasa: 31 Januari 2017

Musuh Berbalik Menjadi Teman Karena Situasi!  (Markus 5: 21 – 43)

Saudara-saudari…

Hari ini kita merayakan Pesta St. Yohanes Bosko, imam. Sewaktu ia masih remaja orang tuanya tidak memperkenankan dia untuk sekolah. Ia hanya membantu orangtuanya bekerja sebagai petani. Tetapi seorang Pastor tua selalu mengajar dia. Jerih payah Pastor tua ini menyadarkan orang tuanya, sehingga Yohanes diisinkan sekolah sewaktu Pastor tua ini meninggal dunia. Yohanes mengikuti pendidikan imam. Sesudah ditahbiskan imam, ia mengabdikan dirinya mendidik kaum muda. Iamembuka asrama untu kanak-anak terlantar, buta huruf dan miskin. Dengan penuh kesabaran, pengertian dan kasih sayang, ia mendidik mereka menjadi manusia yang bertanggung jawab. Untuk pendidikan ketrampilan, Bosko merubah dapur di rumah ibunya menjadi sebuah bengkel sepatu dan bengkel kayu.  Bengkel inilah merupakan sekolah Tehnik Katolik yang pertama. Pada tahun 1859 Paus Pius ke IX merestui Yohanes Bosko mendirikan Serikat Religius untuk para imam dan Bruder yang diberi nama Kongregasi Salesian. Pada saat terakhir hidupnya, ia menyampaikan pesan indah ini: “Katakanlah kepada anak-anak-ku, ‘Aku menanti mereka di surga.”Ia meninggal dunia pada tahun 1888. Kita memohon padanya untuk mendoakan kita.

Saudara-saudari…

Bacaan Injil hari ini sangat menarik. Seorang kepala rumah ibadat, bernama Yairus, tersyukur di depan kaki Yesus dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tanganMu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”Satu perbuatan yang sangat luar biasa, yang sesungguhnya sangat bertentangan dengan tingkah laku pemimpin Yahudi zaman itu. Mereka selalu menentang Yesus Kristus, mencacimaki dan malah mau membunuh Dia. Yesus selalu dianggap musuh mereka. Tetapi Yairus saat ini, kepala Rumah Ibadat, berbalik kepada Yesus, tersungkur di depan Yesus. Seorang pemimpin agama Yahudi, yang sangat terpandang dan sangat terhormat dalam komunitas orang Yahudi, harus berlutut meminta bantuan Yesus. Apa alasannya? Satu-satunya alasan mengapa dia berbuat demikian– berbalik kepada Yesus, adalah karena cinta akan anak perempuannya dan dia mau agar anaknya tetap hidup. Dia percaya bahwa hanyaYesus yang bisa menyembuhkan dia.

Saudara-saudari…

Betapa sering pengalaman yang sama terjadi atas kita, bahwa orang yang mungkin kemarinya kita anggap musuh atau jengkel dan marah tetapi karena kita sangat membutuhkan bantuannya pada saat sekarang, maka pikiran buruk itu kita lupa sama sekali; Betapa sering terjadi, karena kebutuhan kita, maka status atau pangkat dan jabatan kita, kita lupa sama sekali, yang penting apa yang kita butuhkan dikabulkan; Betapa sering terjadi kesombongan kita kemarin kita lupa, dan saat ini kita tersungkur di depan orang yang kemarinnya kita anggap remeh, saat ini kita sungguh percaya kepadanya bahwa dia bisa membantu kita. Sungguh satu kenyataan yang sering terjadi, bahwa musuh bisa berbalik menjadi teman karena pengaruh situasi yang sangat mendesak.

Satu pesan yang sangat menarik dari tingkahlaku Yairus, kepala Rumah Ibadat, untuk kita adalah MELUPAKAN APA YANG NEGATIP, YANG TERJADI SEBELUMNYA, KINI FOKUS PADA  YANG POSITIP YAITU YESUS KRISTUS, SIMBOL KESELAMATAN.

Marilah saaudara-saudari…

Ikutilah apa yang sudah ditunjukkan oleh Yairus, maka kita pun akan mengalami kebahagiaan. Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita.

Kita memohon St. Yohanes Bosko dan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!

 

Kredit Foto: Yesus menyembuhkan perempuan yang sedang sakit

 

Tags

Pastor Fredy Jehadin SVD

Misionaris SVD yang berkarya di Papua New Guinea. Bertugas sebagai pembina para frater SVD dan mengajar di Catholic Theological Institute di Bomana Port Moresby dan mengajar di Xavier Institute untuk para suster dan bruder yang mau menyiapkan diri untuk mengikrarkan kaul-kaul kekal, dan membantu mereka yang bekerja di lembaga pembinaan para religious di Papua New Guinea.

Related Articles

Close