Kecil Tapi Penting, Perihal Menyunting

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

KUPANG – “Penulisan yang salah bisa membawa pembaca kepada makna yang salah,” kata Antonius Sumarjana, fasilitator pelatihan jurnalistik bagi himpunan KMK Kupang di STIKOM Uyelindo, Kupang.

Tulisan baiknya dibaca lagi oleh satu dua rekan. Penyunting. Ada beberapa hal yang perlu di-edit (sunting), dimulai dari memperbaiki bahasa: secara struktur dan diksi (pemilihan kata).

“Kalimat jurnalistik yang baik biasanya menggunakan kalimat aktif: subjek, predikat, objek,” ujar Anton. Ada baiknya menghindari bentuk kalimat pasif. Misalnya: “Buah dimakan saya” (pasif) menjadi “Saya makan buah” (aktif).
“Tentu lebih enak mengatakan “Saya bermain bola” daripada “Bola dipermainkan oleh saya”,” Anton memberikan contoh disambut tawa para mahasiswa.

Selanjutnya, panjang tulisan harus disesuaikan dengan kuota halaman: bagaimana mengurangi atau menambah jumlah kata sehingga tetap terarah tapi memadati suatu kuota. “Satu halaman majalah standar sekitar 3.000 karakter, termasuk satu foto,” tukas pemimpin perusahaan Majalah HIDUP dan pemimpin redaksi Cathkids ini.

Share.

About Author

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Comments are closed.