Radio Tidak Akan Pernah Mati

0

MANADO – Di tengah pertumbuhan pesat media modern, muncullah pertanyaan, “Apakah radio sebagai media konvensional akan mati?” Errol Jonathans dalam pelatihan radio bersama aktivis komsos Keuskupan Manado dan tim Montini Radoio 106 FM mengatakan, “Ada beberapa kelebihan radio yang belum bisa ditandingi media lain.” Contoh aplikatifnya, “Ibu rumah tangga bisa memasak sambil mendengar radio, tapi mereka tidak bisa melakukannya sambil menonton TV atau membaca surat kabar,” tukas Errol kepada 20 peserta pelatihan di kantor Radio Montini.

Secara umum, berikut beberapa kelebihan media radio yang sudah 121 tahun menyajikan informasi audio kepada dunia:

  1. Melulu suara: tidak ada gambar. Ini menjadi dua mata pisau. Kekurangan karena pendengar kadang kesulitan menerka deskripsi. Namun, ini mengizinkan pendengar untuk membangun theater of mind sebebas imajinasi masing-masing.
  2. Medium mobilitas tinggi: tidak perlu perangkat khusus, radio bisa didengar di kendaraan, tape, HP, streaming, memungkinkan para pendengar tidak perlu tetap berada di satu tempat seperti menonton TV.
  3. Kecepatan aktualitas: “Untuk menunggu berita terbaru di surat kabar, kita harus menunggu edisi besok. TV juga bisa, tapi biaya operasional lebih mahal dan rumit,” jelas Errol.
  4. Serentak simultan: apa yang disiarkan akan didengar pada waktu yang bersamaan terlepas dari perbedaan tempat para pendengar.
  5. Operasional fleksibel: penyiar bisa melakukan liputan langsung berbekal sejumlah perangkat yang bisa dibawa-bawa, termasuk mobil siaran dan bahkan lewat telepon.

“Di negara-negara maju, radio adalah kebutuhan. Masyarakat bahkan rela membayar untuk mendengar radio setiap hari,” kata Errol. PR kita sebagai evangelis media ini, adalah menyajikan konten yang berkualitas dengan penyampaian yang bersaing.

Share.

About Author

Kevin Sanly Putera

Jurnalis lepas, videografer, trainer, Tim Komsos KWI

Comments are closed.