KWI

Raja Salman : Semua Agama Harus Menjamin HAM

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

RAJA Salman bin Abdulaziz Al Saud atau yang sering disebut Raja Salman menghargai bagaimana Bangsa Indonesia mengelola keragaman dan mengajak kerjasama serta dialog antar umat beragama demi mencapai toleransi.

“Semua agama harus dapat menjamin hak-hak asasi manusia,”ujar Pemimpin Arab Saudi ini saat menerima 28 tokoh lintas agama di Lantai 11 Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017).

Raja mengajak semua umat untuk bersama-sama memerangi radikalisme, kekerasan dan ekstremisme. Dan sebaliknya aktif berdialog antar umat beragama. Pria 81 tahun ini berharap agar semua pimpinan agama yang hadir mendapat petunjuk Ilahi.

Presiden Joko Widodo yang menjadi moderator dalam perbincangan itu menyampaikan bahwa yang hadir dalam silaturahim ini adalah wakil-wakil dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Khonghucu.

Kehadiran para pimpinan agama ini, menurut Presiden merupakan representasi kemajemukan Indonesia. Harmoni menjadi acuan bagi masyarakat Indonesia di tengah keragaman dan para pemimpin agama merupakan teladan dari toleransi dan saling menghargai satu sama lain. “Kerukunan dan saling menghargai ini merupakan aset Indonesia dan menjadi sumbangan bagi perdamaian dunia,”tegas
Jokowi.

Tak Hanya Bermakna bagi Arab Saudi
Cendekiawan Muslim Azyumardy Azra mengungkapkan rasa syukur dan berterima kasih atas kunjungan Raja Salman ke Indonesia. Ia juga menyampaikan penghargaan atas pertemuan ini. Pertemuan ini menurutnya bukan hanya bermakna bagi RI dan Arab Saudi, tetapi juga bagi masyarakat dunia.

Azyumardi menyambut imbauan Raja dalam menghadapi radikalisme dan teror, seraya mengharapkan agar pusat dialog Arab Saudi yang ada di Wina bisa bekerja bersama pusat-pusat dialog yang ada di Indonesia. “Hal ini penting bagi moderasi Islam, sebagai sumbangan bagi peradaban dunia, sehingga Islam sungguh-sungguh sebagai Rahmatan lil alamin,”ujar Guru Besar dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah (1998-2006) .

Sementara itu, Mgr I. Suharyo menyebutkan pertemuan ini sebagai sesuatu yang simbolik dan bisa menjadi tonggak sejarah.

Henriette Lebang (perwakilan Kristen) mengharapkan peran agama-agama dapat membangun spiritualitas otentik yang menyegarkan dan menebar keadilan dan perdamaian.

“Peran Raja Salman, bersama para pemimpin negara lainnya, penting dalam rangka membangun peradaban dunia.,”ujar Henriette. Henriette juga mengharapkan agar kerjasama RI dan Saudi Arabia meningkat dengan saling menopang dalam memberi perlindungan bagi yang lemah, terutama para pekerja lintas negara. Acara berlangsung 1 jam dan diakhiri dengan foto bersama.

Pdt Gomar Gultom, MTh
Sekum.PGI.

Foto : Detik.com / Beberapa tokoh yang bertemu Raja Salman

Share.

About Author

Comments are closed.