KWI

Pesan Terselubung di Balik Tarian Indah Para Penjemput Duta Besar Vatikan

Pesawat KalStar yang membawa serta Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr.  Antonio Guido Filipazzi, rombongan uskup dan para penumpang lainnya mendarat mulus di Bandara Susilo, Sintang, Selasa (21/3/2017). Dari balik kaca jendela pesawat, kerumunan orang menyambut kedatangan Nuntio dan para uskup  tampak jelas dipandang mata, tak terkecuali para penari dengan dandanan khas adat Dayak.

Begitu pintu pesawat dibuka dan suara pramugari mempersilakan para penumpang keluar, kami pun bergegas pergi . Di jalur menuju ruang kedatangan tamu vip, para penari  telah siap berbaris. Balutan sarung di tubuh mereka dengan motif khas dayak dan  lilitan kain di kepala  dengan hiasan dari beberapa  helai sayap burung begitu mempesona.

Seketika mereka menghentakan kaki diikuti dengan gerak tubuh ke kiri dan kanan, ke depan dan belakang  Tepat di saat  Nuntio kelahiran kota mode Italia, Milan,  tiba di hadapan mereka. Gerakan mereka begitu kompak, lincah dan indah di pandang mata. Mereka menari bukan hanya untuk memperlihatkan nilai keindahan tapi lebih dari itu kegembiraan.

Tamu yang hadir, datang dan berkunjung di suatu tempat sudah seharusnya diterima dengan baik, Dengan sukacita. Barangkali itulah pesan singkat yang tersembunyi di balik tarian indah dan balutan kain dengan warna-warna khas orang Dayak.

Selamat datang di Sintang, Mgr.Antonio Guido Filipazzi.  Umat Katolik dan warga masyarakat di kota Sintang menyambut kehadiranmu dengan sukacita.

 

Kredit Foto: Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Antonio Guido Filipazzi ketika disambut di bandara Susilo, Sintang/Komsos KWI

 

Tags

John L. Wujon

Staf Sekjen KWI. Mantan staf Komisi KOMSOS KWI (2015-1 Mei 2019?

Related Articles

error: Silakan share link berita ini
Close