KWI

Ibadah Agung Tahbisan Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap

“Pada hari ini, kita berkumpul untuk berdoa dan memuji Tuhan bersama Uskup terpilih, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap. Kita bersyukur karena Tuhan telah memilih beliau menjadi gembala utama di keuskupan Sintang. Kita juga memohon agar Tuhan memberkati tanda-tanda yang akan dikenakan belaiu sebagai seorang uskup, serta mendengarkan pengakuan iman dan janji kesetiaannya…”

Begitu tiba di altar setelah melewati sebuah perarakan kecil hanya dengan diiringi musik instrumen, Mgr. Ignatius Suharyo, pemimpin  dalam vesper agung, pengakuan iman, pengucapan janji kesetiaan dan pemberkataan isignia yang akan digunakan oleh Uskup Samuel, dengan suara teduh mengajak ribuan umat yang hadir di Gereja Maria Ratu Semesta Alam Sei Durian Sintang (22/3/2017) untuk merenungkan peristiwa iman.

Setelah ajakan singkat tersebut, sederet ritual iman dalam tata ibadah  vesper pun dilaksanakan sebagai ungkapan kegembiraan, pujian dan syukur umat kepada Tuhan. Ada madah kegembiraan karena Kristus berkenan mengangkat seorang gembala bagi umatnya, ada pendarasan mazmur dengan antifon bernada janji Allah kepada umat akan seorang gembala, dan ada juga bacaan singkat dengan pesan utama supaya setiap orang dapat saling melayani satu sama lain.

“Hendaklah kalian saling melayani, jika berbicara, berbicaralah sebagai orang yang menyampaikan firman Kehidupan bersama akan damai, semua merasakan kebahagiaan”, kata Uskup Suharyo dalam homilinya.

Tapi pelayanan dalam gereja membutuhkan kemartiran setiap orang beriman. Damai dalam hidup bersama tidak akan terwujud kalau orang tak mau berkorban. Maka hal paling penting, demikian menurut Bapa Uskup Suharyo, seorang martir harus mampu berbicara lewat kata-kata meneguhkan.

“Kalau berbicara, berbicaralah sebagai orang yang memberitakan firman bukan seperti orang yang sedang berkampanye, kalau bergaul, keluarkan kata-kata yang meneguhkan bukan gosip. Seorang martir harus memiliki kualitas diri seperti itu”

Menjalankan cita-cita tunggal seperti ini, yaitu  agar kita saling mengasihi satu sama lain memang tidak mudah. Terlebih ketika seorang diangkat dan dipercayakan sebagai gembala umat. Karenanya, Vesper sebagai sebuah perayaan iman sebelum tahbisan Uskup terpilih merupakan sebuah perayaan untuk mengenang kembali tiga tugas utama seorang uskup.

Mgr. Samuel Oton Sidin mengucapkan janji setia disaksikan Duta Besar Vatikan untuk Indonesia/Kredit: Komsos KWI

Janji kesetiaan dan keteguhan dari uskup terpilih pun dilaksanan sebagai satu kesatuan tata ibadah vesper. Disaksikan oleh Duta Besar Vatikan, Mgr. Antonio Guido Filipazzi, ritual pengucapan janji setia Uskup Samuel dilakukan dengan khidmat. Lalu diikuti dengan ritual lain, yakni pemberkatan insignia pontifikal seperti mitra, cincin, tongkat pastoral dan salib pektoral.

Dengan meminta pertolongan dalam nama Tuhan, tanda-tanda yang akan dikenakan Uskup Samuel pun diberkati oleh Mgr. Suharyo.

“Berkatilah tanda-tanda tugas kegembalaan dan martabat pontifikal ini, sehingga Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM, Cap yang mengenakan dan menggunakannya, boleh memeroleh ganjaran dari tugas yang dipercayakan kepadanya, bersama Kristus, Sang Imam Agung dan Gembala  yang baik dalam kehidupan kekal”.

 

Kredit Foto: Mgr. Ignatius Suharyo ketika memimpin ibadah agung menyongsong thabisan Uskup Samuel Oton Sidin di Gereja Maria Ratu Semesta Alam, Sintang, Selasa (21/3/2017).

Tags

John L. Wujon

Staf Komisi KOMSOS KWI

Related Articles

Close